{"id":1145,"date":"2026-09-05T08:00:00","date_gmt":"2026-09-05T01:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/nahakaya.com\/?p=1145"},"modified":"2026-09-05T07:56:33","modified_gmt":"2026-09-05T00:56:33","slug":"menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/09\/05\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\/","title":{"rendered":"Menjaga Lisan di Era Digital: Etika Berkomunikasi dalam Islam"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komunikasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.<br>Dahulu, seseorang mungkin hanya berkomunikasi dengan orang-orang yang berada di sekitarnya. Sekarang, satu kalimat yang ditulis di media sosial dapat dibaca oleh ratusan, ribuan, bahkan jutaan orang.<br>Kemudahan berkomunikasi tentu membawa banyak manfaat. Kita dapat menyampaikan ilmu, berbagi informasi, berdakwah, membangun silaturahmi, dan menyebarkan kebaikan dengan cepat.<br>Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan.<br>Komentar yang ditulis tanpa berpikir panjang dapat menyakiti orang lain. Berita yang belum diperiksa dapat menyebarkan fitnah. Candaan dapat berubah menjadi penghinaan. Perdebatan dapat berkembang menjadi permusuhan.<br>Dalam kondisi seperti ini, ajaran Islam mengenai menjaga lisan menjadi semakin relevan.<br>Menjaga lisan bukan hanya berarti tidak mengucapkan kata-kata buruk. Lebih luas dari itu, menjaga lisan berarti belajar menggunakan ucapan untuk menyampaikan kebenaran, kebaikan, dan manfaat serta menghindari perkataan yang merusak hubungan antarmanusia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca Juga : <a href=\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/08\/23\/hikmah-peringatan-maulid-nabi-muhammad-saw\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Hikmah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Meneladani Akhlak dan Perjuangan Rasulullah<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perintah Berkata Baik<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Allah SWT berfirman dalam Al-Qur&#8217;an:<br>\u0648\u064e\u0642\u064f\u0644 \u0644\u0650\u0651\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u0650\u064a \u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u064e\u0651\u062a\u0650\u064a \u0647\u0650\u064a\u064e \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f<br>&#8220;Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik.&#8221;<br>(QS. Al-Isra: 53)<br>Ayat tersebut memberikan pelajaran penting bahwa seorang Muslim tidak hanya diperintahkan untuk berbicara, tetapi juga memilih perkataan yang terbaik.<br>Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang seseorang benar dalam isi pembicaraan tetapi salah dalam cara menyampaikannya.<br>Karena itu, kebenaran perlu disampaikan dengan cara yang baik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tidak Semua yang Benar Harus Disampaikan dengan Cara yang Kasar<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada perbedaan antara tegas dan kasar.<br>Ketegasan berkaitan dengan prinsip.<br>Kekasaran berkaitan dengan cara.<br>Seseorang dapat menyampaikan pendapat yang tegas tanpa merendahkan orang lain.<br>Misalnya, daripada mengatakan:<br>&#8220;Pendapatmu bodoh.&#8221;<br>lebih baik mengatakan:<br>&#8220;Saya memiliki pandangan yang berbeda. Menurut saya, ada pertimbangan lain yang perlu diperhatikan.&#8221;<br>Pesannya tetap dapat disampaikan, tetapi tanpa penghinaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Menjaga Lisan Bukan Berarti Tidak Boleh Mengkritik<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Islam tidak mengajarkan manusia untuk selalu diam ketika melihat kesalahan.<br>Nasihat dan kritik dapat menjadi bentuk kepedulian.<br>Yang perlu diperhatikan adalah:<br>\u2022 niat;<br>\u2022 cara penyampaian;<br>\u2022 kebenaran informasi;<br>\u2022 tempat;<br>\u2022 waktu;<br>\u2022 dampaknya.<br>Kritik yang bertujuan memperbaiki berbeda dengan ucapan yang bertujuan mempermalukan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tabayyun Sebelum Menyebarkan Informasi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di era digital, salah satu bentuk menjaga lisan adalah memeriksa informasi sebelum menyebarkannya.<br>Allah SWT berfirman:<br>\u0641\u064e\u062a\u064e\u0628\u064e\u064a\u064e\u0651\u0646\u064f\u0648\u0627<br>&#8220;Maka telitilah kebenarannya.&#8221;<br>(QS. Al-Hujurat: 6)<br>Ayat ini memberikan prinsip penting tentang kehati-hatian dalam menerima berita.<br>Di media sosial, informasi dapat menyebar sangat cepat.<br>Karena itu, sebelum menekan tombol share, seseorang perlu bertanya:<br>Apakah informasi ini benar?<br>Dari mana sumbernya?<br>Apakah konteksnya lengkap?<br>Apakah menyebarkannya memberikan manfaat?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jangan Mudah Menjadi Penyebar Kabar<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah informasi yang belum terverifikasi dapat menimbulkan akibat besar.<br>Misalnya:<br>Informasi Salah \u2192 Disebarkan \u2192 Dipercaya \u2192 Menimbulkan Tuduhan \u2192 Merusak Nama Baik<br>Kesalahan awal mungkin hanya berasal dari satu unggahan.<br>Tetapi ketika ribuan orang menyebarkannya, dampaknya menjadi jauh lebih besar.<br>Karena itu, kehati-hatian dalam membagikan informasi merupakan bagian dari tanggung jawab moral.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga : <a href=\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/08\/16\/tawakal-dalam-islam-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Tawakal dalam Islam: Berserah Diri kepada Allah Setelah Berusaha dengan Sungguh-Sungguh<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bahaya Ghibah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu bentuk ucapan yang harus dihindari adalah ghibah.<br>Rasulullah \ufdfa menjelaskan bahwa ghibah adalah menyebutkan sesuatu tentang saudara kita yang ia tidak sukai.<br>Allah SWT juga memberikan peringatan keras mengenai ghibah dalam QS. Al-Hujurat ayat 12.<br>Allah berfirman:<br>\u0648\u064e\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u063a\u0652\u062a\u064e\u0628 \u0628\u064e\u0651\u0639\u0652\u0636\u064f\u0643\u064f\u0645 \u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u064b\u0627<br>&#8220;Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain.&#8221;<br>Ghibah sering kali muncul dalam percakapan sehari-hari tanpa disadari.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ghibah di Media Sosial<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ghibah tidak terbatas pada percakapan langsung.<br>Di era digital, seseorang dapat melakukan hal serupa melalui:<br>\u2022 komentar;<br>\u2022 unggahan;<br>\u2022 status;<br>\u2022 grup percakapan;<br>\u2022 video;<br>\u2022 meme;<br>\u2022 sindiran.<br>Kalimat seperti:<br>&#8220;Saya tidak menyebut namanya, tapi semua orang tahu siapa dia.&#8221;<br>tetap perlu dipertimbangkan dengan hati-hati jika maksudnya adalah membicarakan keburukan seseorang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Fitnah dan Tuduhan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih berbahaya lagi ketika seseorang menyampaikan informasi yang tidak benar tentang orang lain.<br>Tuduhan yang tidak berdasarkan fakta dapat merusak:<br>\u2022 kehormatan;<br>\u2022 hubungan keluarga;<br>\u2022 pekerjaan;<br>\u2022 reputasi;<br>\u2022 kepercayaan.<br>Karena itu, seorang Muslim perlu berhati-hati ketika berbicara mengenai kehormatan orang lain.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Hindari Saling Menghina<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Allah SWT berfirman:<br>\u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u062e\u064e\u0631\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064c \u0645\u0650\u0651\u0646 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d<br>&#8220;Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain.&#8221;<br>(QS. Al-Hujurat: 11)<br>Ayat tersebut sangat relevan dengan budaya komentar di internet.<br>Seseorang dapat dengan mudah menjadikan:<br>\u2022 fisik;<br>\u2022 pekerjaan;<br>\u2022 pendidikan;<br>\u2022 keluarga;<br>\u2022 kesalahan masa lalu;<br>sebagai bahan ejekan.<br>Padahal, apa yang dianggap sebagai candaan oleh satu orang dapat menjadi luka bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jangan Memanggil dengan Gelar yang Buruk<\/strong><br>Dalam ayat yang sama, Allah juga melarang saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.<br>Ini mengajarkan bahwa bahasa memiliki kekuatan untuk membangun maupun merusak harga diri seseorang.<br>Sebuah panggilan yang dianggap lucu oleh kita belum tentu diterima dengan baik oleh orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Menjaga Lisan Saat Marah<\/strong><br>Marah sering membuat seseorang mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin ia katakan.<br>Karena itu, kemampuan mengendalikan ucapan saat emosi merupakan bagian dari akhlak.<br>Ketika marah:<br>Berhenti \u2192 Tenangkan Diri \u2192 Pikirkan Dampak \u2192 Baru Berbicara<br>Tidak semua respons harus diberikan seketika.<br>Terkadang diam beberapa saat jauh lebih baik daripada mengucapkan kalimat yang kemudian disesali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Diam Juga Bisa Menjadi Pilihan<\/strong><br>Menjaga lisan bukan berarti harus selalu berbicara.<br>Ada saatnya diam lebih baik.<br>Sebelum berbicara, kita dapat bertanya:<br>Apakah ini benar?<br>Apakah ini perlu?<br>Apakah ini bermanfaat?<br>Apakah cara penyampaiannya baik?<br>Jika jawabannya tidak, diam mungkin menjadi pilihan yang lebih bijaksana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hadis tentang Berkata Baik atau Diam<\/strong><br>Rasulullah \ufdfa bersabda:<br>&#8220;Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.&#8221;<br>Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.<br>Pesannya sangat sederhana tetapi mendalam.<br>Seorang Muslim tidak hanya bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan, tetapi juga perlu memperhatikan apa yang ia ucapkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jari Kita Juga Perlu Dijaga<\/strong><br>Di zaman digital, &#8220;lisan&#8221; dapat dipahami secara lebih luas dalam konteks komunikasi.<br>Apa yang kita tulis melalui jari juga dapat membawa dampak seperti ucapan.<br>Komentar, status, pesan, dan unggahan dapat menjadi sarana kebaikan.<br>Tetapi semuanya juga dapat menjadi sumber masalah jika digunakan tanpa pertimbangan.<br>Karena itu:<br>Jaga lisan.<br>Jaga tulisan.<br>Jaga komentar.<br>Jaga unggahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca Juga : <a href=\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/08\/07\/jujur-dalam-islam\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Jujur dalam Islam: Fondasi Kepercayaan dan Kemuliaan Akhlak<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Etika Berdiskusi di Media Sosial<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar.<br>Namun, perbedaan pendapat tidak harus berubah menjadi permusuhan.<br>Beberapa prinsip yang dapat diterapkan:<br>Fokus pada Gagasan<br>Kritik argumennya, bukan pribadi orangnya.<br>Hindari Penghinaan<br>Perbedaan pendapat tidak memberikan alasan untuk merendahkan.<br>Gunakan Bahasa yang Sopan<br>Kata-kata yang baik dapat membuat diskusi lebih produktif.<br>Akui Jika Salah<br>Mengakui kesalahan bukan tanda kelemahan.<br>Jangan Memaksakan Diri untuk Menang<br>Tujuan diskusi seharusnya mencari kebenaran, bukan sekadar memenangkan perdebatan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ketika Berbeda Pendapat dengan Orang Lain<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Islam mengajarkan umatnya untuk berdialog dengan cara yang baik.<br>Allah SWT berfirman:<br>\u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u062f\u0650\u0644\u0652\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0627\u0644\u064e\u0651\u062a\u0650\u064a \u0647\u0650\u064a\u064e \u0623\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f<br>&#8220;Dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik.&#8221;<br>(QS. An-Nahl: 125)<br>Ayat ini menunjukkan bahwa bahkan ketika terjadi perbedaan pandangan, cara berkomunikasi tetap harus diperhatikan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jangan Membalas Keburukan dengan Keburukan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika seseorang menulis komentar kasar, godaan pertama mungkin adalah membalas dengan komentar yang lebih kasar.<br>Namun, membalas keburukan dengan keburukan sering kali hanya memperpanjang konflik.<br>Pilihan yang lebih bijak dapat berupa:<br>\u2022 menjawab dengan tenang;<br>\u2022 mengklarifikasi;<br>\u2022 mengabaikan;<br>\u2022 memblokir jika diperlukan;<br>\u2022 melaporkan konten yang melanggar aturan platform.<br>Menjaga akhlak tidak berarti membiarkan diri terus-menerus disakiti.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pentingnya Husnuzan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak semua ucapan orang lain harus langsung ditafsirkan dengan prasangka buruk.<br>Allah SWT berfirman:<br>\u0627\u062c\u0652\u062a\u064e\u0646\u0650\u0628\u064f\u0648\u0627 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0631\u064b\u0627 \u0645\u0650\u0651\u0646\u064e \u0627\u0644\u0638\u064e\u0651\u0646\u0650\u0651<br>&#8220;Jauhilah banyak dari prasangka.&#8221;<br>(QS. Al-Hujurat: 12)<br>Dalam komunikasi digital, konteks sering kali tidak lengkap.<br>Sebuah kalimat pendek dapat disalahpahami karena kita tidak melihat ekspresi dan intonasi orang yang menulisnya.<br>Karena itu, sebelum memberikan penilaian, sebaiknya kita berusaha memahami konteks.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hindari Membuka Aib Orang Lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehidupan pribadi seseorang bukan bahan konsumsi publik.<br>Kesalahan seseorang tidak otomatis menjadi sesuatu yang pantas disebarluaskan.<br>Jika suatu masalah dapat diselesaikan secara pribadi, menyebarkannya ke publik sering kali justru memperbesar masalah.<br>Menutup aib bukan berarti membenarkan kesalahan.<br>Terkadang justru merupakan bentuk kasih sayang dan menjaga kehormatan manusia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Berkomunikasi dengan Keluarga<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menjaga lisan seharusnya dimulai dari lingkungan terdekat.<br>Kita terkadang sangat sopan kepada orang lain tetapi mudah berbicara kasar kepada keluarga.<br>Padahal keluarga adalah orang-orang yang paling sering berinteraksi dengan kita.<br>Cobalah membiasakan:<br>\u2022 mengucapkan terima kasih;<br>\u2022 meminta maaf;<br>\u2022 berbicara dengan lembut;<br>\u2022 tidak membentak;<br>\u2022 menghargai pendapat;<br>\u2022 memberikan apresiasi.<br>Akhlak yang baik seharusnya terlihat dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya di depan publik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Menjaga Lisan di Tempat Kerja<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prinsip yang sama berlaku di lingkungan kerja.<br>Hindari:<br>\u2022 menyebarkan gosip;<br>\u2022 menjatuhkan rekan;<br>\u2022 mempermalukan bawahan;<br>\u2022 menyebarkan informasi pribadi;<br>\u2022 membicarakan keburukan orang tanpa kebutuhan yang benar.<br>Sebaliknya, biasakan:<br>\u2022 komunikasi jelas;<br>\u2022 kritik konstruktif;<br>\u2022 apresiasi;<br>\u2022 saling menghormati;<br>\u2022 menyelesaikan masalah secara langsung.<br>Lingkungan kerja yang sehat membutuhkan komunikasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Menjaga Lisan dalam Berdakwah<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dakwah membutuhkan ilmu sekaligus akhlak.<br>Allah SWT berfirman:<br>\u0627\u062f\u0652\u0639\u064f \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0644\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0650\u0651\u0643\u064e \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u0650\u0643\u0652\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u0639\u0650\u0638\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0633\u064e\u0646\u064e\u0629\u0650<br>&#8220;Serulah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik.&#8221;<br>(QS. An-Nahl: 125)<br>Ayat tersebut mengingatkan bahwa menyampaikan kebaikan juga membutuhkan hikmah.<br>Tujuan dakwah bukan sekadar membuat orang kalah dalam perdebatan.<br>Tujuannya adalah menyampaikan kebenaran dengan cara yang dapat diterima dan memberikan manfaat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ketika Mendapat Berita yang Mengejutkan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berita mengejutkan sering memicu reaksi spontan.<br>Sebelum membagikannya, lakukan beberapa langkah:<br>Berhenti.<br>Periksa sumber.<br>Cari konteks.<br>Bandingkan dengan sumber yang terpercaya.<br>Pikirkan dampaknya.<br>Baru kemudian tentukan apakah informasi tersebut memang perlu dibagikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tiga Jenis Konten Sebelum Dibagikan<br>Kita dapat mengelompokkan konten secara sederhana.<br>Konten yang Bermanfaat<br>Informasi yang benar dan memberikan manfaat.<br>Layak dibagikan.<br>Konten yang Belum Jelas<br>Informasi yang belum diketahui kebenarannya.<br>Sebaiknya ditahan.<br>Konten yang Merugikan<br>Konten yang mengandung penghinaan, fitnah, atau membuka aib.<br>Sebaiknya tidak disebarkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jadikan Media Sosial sebagai Ladang Kebaikan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Media sosial tidak selalu identik dengan masalah.<br>Jika digunakan dengan baik, media sosial dapat menjadi sarana:<br>\u2022 berbagi ilmu;<br>\u2022 mengingatkan kebaikan;<br>\u2022 mempererat silaturahmi;<br>\u2022 mendukung usaha orang lain;<br>\u2022 menyebarkan informasi bermanfaat;<br>\u2022 membantu orang yang membutuhkan.<br>Satu unggahan yang baik mungkin memberikan manfaat kepada seseorang yang tidak pernah kita kenal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Setiap Kata Memiliki Dampak<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah kalimat mungkin hanya membutuhkan beberapa detik untuk ditulis.<br>Namun, dampaknya dapat bertahan jauh lebih lama.<br>Komentar positif dapat membuat seseorang bersemangat.<br>Sebaliknya, komentar yang merendahkan dapat membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri.<br>Karena itu, sebelum berbicara atau menulis, mari mengingat bahwa di balik layar terdapat manusia dengan perasaan dan kehormatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Latihan Menjaga Lisan Selama 7 Hari<\/strong><br>Kebiasaan dapat dibangun secara bertahap.<br>Hari 1<br>Hindari komentar negatif yang tidak perlu.<br>Hari 2<br>Periksa informasi sebelum membagikannya.<br>Hari 3<br>Berikan satu pujian yang tulus.<br>Hari 4<br>Hindari membicarakan keburukan orang lain.<br>Hari 5<br>Tahan respons ketika sedang marah.<br>Hari 6<br>Gunakan media sosial untuk berbagi sesuatu yang bermanfaat.<br>Hari 7<br>Evaluasi ucapan dan tulisan selama satu minggu.<br>Latihan sederhana ini dapat menjadi awal untuk membangun kebiasaan komunikasi yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Muhasabah Sebelum Berbicara<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum mengucapkan atau menulis sesuatu, kita dapat melakukan muhasabah singkat:<br>Apakah ini benar?<br>Apakah ini baik?<br>Apakah ini perlu?<br>Apakah ini akan menyakiti orang lain?<br>Apakah saya rela jika kalimat ini dibaca banyak orang?<br>Jika kita membiasakan pertanyaan tersebut, kita akan lebih berhati-hati dalam menggunakan kata-kata.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penutup<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menjaga lisan merupakan salah satu bagian penting dari akhlak seorang Muslim.<br>Di era digital, tantangannya menjadi semakin besar karena komunikasi dapat dilakukan dengan sangat cepat dan menjangkau banyak orang.<br>Satu komentar dapat menjadi kebaikan.<br>Satu unggahan dapat menjadi ilmu.<br>Namun, satu tuduhan juga dapat merusak kehormatan seseorang.<br>Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk berkata baik, melakukan tabayyun, menjauhi ghibah, menghindari penghinaan, serta menjaga komunikasi dengan hikmah.<br>Menjaga lisan bukan berarti kehilangan kebebasan berbicara.<br>Justru, menjaga lisan berarti menggunakan kebebasan tersebut dengan tanggung jawab.<br>Sebelum berbicara, berpikirlah.<br>Sebelum menulis, periksalah.<br>Sebelum membagikan, pastikan kebenarannya.<br>Dan sebelum menyakiti orang lain dengan kata-kata, ingatlah bahwa kita juga tidak ingin diperlakukan demikian.<br>Semoga lisan kita menjadi jalan menuju kebaikan, bukan sumber penyesalan.<\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h1>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa arti menjaga lisan dalam Islam?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menjaga lisan berarti mengendalikan ucapan agar digunakan untuk kebenaran, kebaikan, dan manfaat serta menjauhi kebohongan, ghibah, fitnah, penghinaan, dan perkataan yang merugikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah menjaga lisan berlaku di media sosial?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya. Dalam konteks modern, prinsip menjaga lisan juga relevan dengan komentar, pesan, unggahan, dan konten yang kita sebarkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa yang harus dilakukan sebelum membagikan berita?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lakukan tabayyun dengan memeriksa sumber, kebenaran informasi, konteks, dan dampaknya sebelum menyebarkannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah kritik diperbolehkan dalam Islam?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kritik dapat dilakukan selama bertujuan memperbaiki, berdasarkan kebenaran, dan disampaikan dengan cara yang baik serta tidak bertujuan menghina atau mempermalukan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa hubungan ghibah dengan media sosial?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ghibah tidak terbatas pada percakapan langsung. Membicarakan keburukan seseorang melalui komentar, pesan, unggahan, atau media digital juga perlu dihindari.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana cara menjaga lisan ketika sedang marah?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berhenti sejenak, menenangkan diri, mempertimbangkan dampak ucapan, kemudian berbicara ketika emosi sudah lebih terkendali.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Komunikasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.Dahulu, seseorang mungkin hanya berkomunikasi dengan orang-orang yang berada di sekitarnya. Sekarang, satu kalimat yang ditulis di media sosial dapat dibaca oleh ratusan, ribuan, bahkan jutaan orang.Kemudahan berkomunikasi tentu membawa banyak manfaat. Kita dapat menyampaikan ilmu, berbagi informasi, berdakwah, membangun silaturahmi, dan menyebarkan kebaikan dengan cepat.Namun, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1146,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-1145","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kajian"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menjaga Lisan dalam Islam: Etika Berkomunikasi di Era Digital<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/09\/05\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menjaga Lisan dalam Islam: Etika Berkomunikasi di Era Digital\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Komunikasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.Dahulu, seseorang mungkin hanya berkomunikasi dengan orang-orang yang berada di sekitarnya. Sekarang, satu kalimat yang ditulis di media sosial dapat dibaca oleh ratusan, ribuan, bahkan jutaan orang.Kemudahan berkomunikasi tentu membawa banyak manfaat. Kita dapat menyampaikan ilmu, berbagi informasi, berdakwah, membangun silaturahmi, dan menyebarkan kebaikan dengan cepat.Namun, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/09\/05\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nahakaya.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-05T01:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nahakaya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menjaga-Lisan-1024x683.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"683\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Khotibul umam\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Khotibul umam\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/05\\\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/05\\\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Khotibul umam\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/9f7ae0f381f8a2de49ed790766349c4a\"},\"headline\":\"Menjaga Lisan di Era Digital: Etika Berkomunikasi dalam Islam\",\"datePublished\":\"2026-09-05T01:00:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/05\\\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\\\/\"},\"wordCount\":1941,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/05\\\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Menjaga-Lisan.png\",\"articleSection\":[\"Artikel\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/05\\\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/05\\\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/05\\\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\\\/\",\"name\":\"Menjaga Lisan dalam Islam: Etika Berkomunikasi di Era Digital\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/05\\\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/05\\\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Menjaga-Lisan.png\",\"datePublished\":\"2026-09-05T01:00:00+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/9f7ae0f381f8a2de49ed790766349c4a\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/05\\\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/05\\\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/05\\\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Menjaga-Lisan.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/Menjaga-Lisan.png\",\"width\":1536,\"height\":1024,\"caption\":\"Menjaga lisan di era digital berarti menjaga ucapan, tulisan, komentar, dan informasi yang kita sebarkan agar tetap benar, baik, dan bermanfaat.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/05\\\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menjaga Lisan di Era Digital: Etika Berkomunikasi dalam Islam\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/\",\"name\":\"Nahakaya.com\",\"description\":\"Berbagi Ilmu dan Tholabul Ilmi Bersama\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/9f7ae0f381f8a2de49ed790766349c4a\",\"name\":\"Khotibul umam\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2ffd6176042507b30017cce36a866fcec0fd69a00759f842b88519952dd06a06?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2ffd6176042507b30017cce36a866fcec0fd69a00759f842b88519952dd06a06?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2ffd6176042507b30017cce36a866fcec0fd69a00759f842b88519952dd06a06?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Khotibul umam\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/author\\\/umam\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menjaga Lisan dalam Islam: Etika Berkomunikasi di Era Digital","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/09\/05\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Menjaga Lisan dalam Islam: Etika Berkomunikasi di Era Digital","og_description":"Komunikasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.Dahulu, seseorang mungkin hanya berkomunikasi dengan orang-orang yang berada di sekitarnya. Sekarang, satu kalimat yang ditulis di media sosial dapat dibaca oleh ratusan, ribuan, bahkan jutaan orang.Kemudahan berkomunikasi tentu membawa banyak manfaat. Kita dapat menyampaikan ilmu, berbagi informasi, berdakwah, membangun silaturahmi, dan menyebarkan kebaikan dengan cepat.Namun, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/09\/05\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\/","og_site_name":"Nahakaya.com","article_published_time":"2026-09-05T01:00:00+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":683,"url":"https:\/\/nahakaya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menjaga-Lisan-1024x683.png","type":"image\/png"}],"author":"Khotibul umam","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Khotibul umam","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/09\/05\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/09\/05\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\/"},"author":{"name":"Khotibul umam","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/#\/schema\/person\/9f7ae0f381f8a2de49ed790766349c4a"},"headline":"Menjaga Lisan di Era Digital: Etika Berkomunikasi dalam Islam","datePublished":"2026-09-05T01:00:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/09\/05\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\/"},"wordCount":1941,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/09\/05\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nahakaya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menjaga-Lisan.png","articleSection":["Artikel"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/09\/05\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/09\/05\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\/","url":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/09\/05\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\/","name":"Menjaga Lisan dalam Islam: Etika Berkomunikasi di Era Digital","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/09\/05\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/09\/05\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nahakaya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menjaga-Lisan.png","datePublished":"2026-09-05T01:00:00+00:00","author":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/#\/schema\/person\/9f7ae0f381f8a2de49ed790766349c4a"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/09\/05\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/09\/05\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/09\/05\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\/#primaryimage","url":"https:\/\/nahakaya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menjaga-Lisan.png","contentUrl":"https:\/\/nahakaya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/Menjaga-Lisan.png","width":1536,"height":1024,"caption":"Menjaga lisan di era digital berarti menjaga ucapan, tulisan, komentar, dan informasi yang kita sebarkan agar tetap benar, baik, dan bermanfaat."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/09\/05\/menjaga-lisan-dalam-islam-era-digital\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nahakaya.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menjaga Lisan di Era Digital: Etika Berkomunikasi dalam Islam"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/#website","url":"https:\/\/nahakaya.com\/","name":"Nahakaya.com","description":"Berbagi Ilmu dan Tholabul Ilmi Bersama","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nahakaya.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/#\/schema\/person\/9f7ae0f381f8a2de49ed790766349c4a","name":"Khotibul umam","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ffd6176042507b30017cce36a866fcec0fd69a00759f842b88519952dd06a06?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ffd6176042507b30017cce36a866fcec0fd69a00759f842b88519952dd06a06?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ffd6176042507b30017cce36a866fcec0fd69a00759f842b88519952dd06a06?s=96&d=mm&r=g","caption":"Khotibul umam"},"sameAs":["https:\/\/nahakaya.com"],"url":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/author\/umam\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1145","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1145"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1145\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1148,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1145\/revisions\/1148"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1146"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1145"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1145"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1145"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}