{"id":1248,"date":"2026-10-06T13:40:36","date_gmt":"2026-10-06T06:40:36","guid":{"rendered":"https:\/\/nahakaya.com\/?p=1248"},"modified":"2026-10-06T13:40:37","modified_gmt":"2026-10-06T06:40:37","slug":"topik-identifikasi-masalah-penelitian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/10\/06\/topik-identifikasi-masalah-penelitian\/","title":{"rendered":"Topik: Identifikasi Masalah Penelitian"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\">A. Pengantar: Mengapa Penelitian Dimulai dari Masalah?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian tidak dimulai dari keinginan untuk menggunakan metode tertentu, mencari judul yang terdengar menarik, atau sekadar mengikuti tren.<br>Penelitian dimulai dari adanya masalah atau pertanyaan yang membutuhkan jawaban secara ilmiah.<br>Secara sederhana:<br>Fenomena \u2192 Masalah \u2192 Identifikasi Masalah \u2192 Batasan Masalah \u2192 Research Gap \u2192 Rumusan Masalah \u2192 Tujuan Penelitian<br>Contohnya:<br>Di sebuah sekolah terlihat bahwa penggunaan media pembelajaran digital semakin meningkat. Namun, belum diketahui apakah penggunaan media digital tersebut benar-benar berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa.<br>Fenomena tersebut kemudian dapat dikembangkan menjadi masalah penelitian:<br>Apakah penggunaan media pembelajaran digital berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa?<br>Dari sinilah penelitian kuantitatif mulai dibangun.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">B. Pengertian Masalah Penelitian<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masalah penelitian adalah kesenjangan antara kondisi yang seharusnya terjadi dengan kondisi yang sebenarnya terjadi, atau adanya pertanyaan ilmiah yang belum memperoleh jawaban yang memadai.<br>Ada beberapa bentuk kesenjangan yang dapat menjadi masalah penelitian.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Kesenjangan antara teori dan praktik<br>Misalnya:<br>Menurut teori, penggunaan media pembelajaran interaktif dapat meningkatkan keterlibatan siswa.<br>Namun, dalam praktiknya, guru sudah menggunakan media interaktif tetapi keterlibatan siswa masih rendah.<br>Muncul pertanyaan:<br>Mengapa kondisi tersebut terjadi?<\/li>\n\n\n\n<li>Kesenjangan antara harapan dan kenyataan<br>Contoh:<br>Harapan: mahasiswa mampu menggunakan teknologi digital dalam pembelajaran.<br>Kenyataan: sebagian mahasiswa masih mengalami kesulitan menggunakan aplikasi pembelajaran.<br>Kondisi tersebut dapat menjadi titik awal penelitian.<\/li>\n\n\n\n<li>Kesenjangan antara hasil penelitian terdahulu<br>Misalnya:<br>Penelitian A menemukan bahwa penggunaan media digital berpengaruh terhadap hasil belajar.<br>Penelitian B justru menemukan bahwa pengaruhnya tidak signifikan.<br>Perbedaan hasil tersebut dapat menjadi research gap.<\/li>\n\n\n\n<li>Kesenjangan antara kelompok atau kondisi<br>Contoh:<br>Apakah terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar menggunakan media video dan siswa yang belajar menggunakan media konvensional?<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">C. Sumber Masalah Penelitian<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masalah penelitian tidak selalu muncul dari satu sumber. Peneliti dapat menemukan masalah dari berbagai sumber.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Fenomena di Lapangan<br>Sumber masalah yang paling sering digunakan adalah fenomena nyata yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.<br>Contoh:<br>\u2022 rendahnya motivasi belajar;<br>\u2022 rendahnya hasil belajar;<br>\u2022 penggunaan teknologi yang belum optimal;<br>\u2022 rendahnya literasi digital;<br>\u2022 rendahnya minat membaca;<br>\u2022 tingginya penggunaan media sosial;<br>\u2022 rendahnya partisipasi mahasiswa dalam pembelajaran.<br>Contoh dalam pendidikan<br>Dosen menemukan bahwa mahasiswa sudah menggunakan berbagai platform digital, tetapi tingkat keterlibatan mereka dalam pembelajaran daring masih rendah.<br>Fenomena tersebut dapat menjadi sumber masalah penelitian.<\/li>\n\n\n\n<li>Hasil Observasi<br>Masalah dapat ditemukan melalui pengamatan langsung.<br>Misalnya seorang mahasiswa melakukan observasi di sekolah dan menemukan:<br>Guru sudah menggunakan PowerPoint dalam pembelajaran, tetapi siswa masih cenderung pasif.<br>Dari observasi tersebut dapat muncul pertanyaan:<br>Apakah penggunaan media pembelajaran digital berpengaruh terhadap keaktifan belajar siswa?<\/li>\n\n\n\n<li>Hasil Wawancara<br>Wawancara dengan guru, siswa, kepala sekolah, dosen, mahasiswa, pelaku UMKM, atau masyarakat dapat mengungkap masalah yang belum terlihat secara langsung.<br>Contoh:<br>Hasil wawancara dengan guru:<br>\u201cSiswa sekarang lebih tertarik belajar menggunakan video, tetapi saya belum mengetahui apakah video benar-benar meningkatkan hasil belajar.\u201d<br>Pernyataan tersebut dapat dikembangkan menjadi masalah penelitian.<\/li>\n\n\n\n<li>Pengalaman Praktis<br>Pengalaman peneliti dalam pekerjaan atau kehidupan sehari-hari juga dapat menjadi sumber masalah.<br>Misalnya:<br>Seorang guru menemukan bahwa penggunaan metode pembelajaran tertentu menghasilkan respons yang berbeda pada kelas yang berbeda.<br>Hal tersebut dapat mendorong penelitian untuk mengetahui faktor penyebabnya.<br>Catatan penting: pengalaman pribadi dapat menjadi sumber ide, tetapi harus dikembangkan menjadi masalah yang objektif dan dapat diuji secara ilmiah.<\/li>\n\n\n\n<li>Teori<br>Masalah penelitian juga dapat berasal dari teori.<br>Peneliti dapat bertanya:<br>Apakah teori yang selama ini berlaku masih sesuai dengan kondisi saat ini?<br>Misalnya teori menyatakan bahwa motivasi belajar berhubungan dengan prestasi akademik.<br>Peneliti kemudian menguji hubungan tersebut pada populasi tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li>Penelitian Terdahulu<br>Penelitian terdahulu merupakan sumber masalah yang sangat penting dalam penelitian akademik.<br>Peneliti membaca hasil penelitian kemudian mencari:<br>\u2022 apa yang sudah diteliti;<br>\u2022 apa yang belum diteliti;<br>\u2022 hasil penelitian yang berbeda;<br>\u2022 keterbatasan penelitian;<br>\u2022 populasi yang belum diteliti;<br>\u2022 variabel yang belum dikaji;<br>\u2022 metode yang belum digunakan;<br>\u2022 konteks yang berbeda.<br>Dari sinilah research gap dapat ditemukan.<\/li>\n\n\n\n<li>Kebijakan atau Perubahan Regulasi<br>Perubahan kebijakan dapat memunculkan masalah penelitian.<br>Contoh:<br>Adanya kebijakan baru dalam pembelajaran berbasis teknologi dapat menimbulkan pertanyaan:<br>Seberapa efektif implementasi kebijakan tersebut terhadap kualitas pembelajaran?<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">D. Identifikasi Masalah<\/h2>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pengertian<br>Identifikasi masalah adalah proses menemukan, mengenali, dan memetakan berbagai persoalan yang berkaitan dengan fenomena penelitian.<br>Pada tahap ini peneliti belum harus menentukan satu masalah final.<br>Peneliti terlebih dahulu mengumpulkan berbagai masalah yang mungkin muncul.<br>Contoh<br>Fenomena:<br>Penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran semakin meningkat.<br>Dari fenomena tersebut dapat diidentifikasi beberapa masalah:<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak semua guru memiliki kompetensi digital yang sama.<\/li>\n\n\n\n<li>Sebagian siswa belum mampu menggunakan teknologi secara produktif.<\/li>\n\n\n\n<li>Intensitas penggunaan media digital berbeda antar kelas.<\/li>\n\n\n\n<li>Penggunaan teknologi belum tentu meningkatkan hasil belajar.<\/li>\n\n\n\n<li>Motivasi belajar siswa masih bervariasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Belum diketahui hubungan kompetensi digital guru dengan kualitas pembelajaran.<\/li>\n\n\n\n<li>Belum diketahui pengaruh penggunaan media digital terhadap hasil belajar.<br>Dari beberapa masalah tersebut, peneliti kemudian menentukan masalah yang paling layak diteliti.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">E. Cara Melakukan Identifikasi Masalah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan pertanyaan berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Apa yang terjadi?<br>Menggambarkan fenomena.<\/li>\n\n\n\n<li>Apa yang seharusnya terjadi?<br>Menggambarkan kondisi ideal.<\/li>\n\n\n\n<li>Apa kesenjangannya?<br>Membandingkan kondisi ideal dengan kondisi nyata.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengapa kesenjangan tersebut penting?<br>Menentukan signifikansi masalah.<\/li>\n\n\n\n<li>Siapa yang mengalami masalah?<br>Menentukan subjek atau populasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Faktor apa saja yang mungkin berhubungan dengan masalah?<br>Mengidentifikasi kemungkinan variabel.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">F. Contoh Identifikasi Masalah Penelitian Kuantitatif<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fenomena<br>Hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah tertentu masih belum optimal meskipun dosen telah menggunakan berbagai media pembelajaran digital.<br>Identifikasi masalah<br>Berdasarkan fenomena tersebut dapat diidentifikasi beberapa masalah:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Hasil belajar mahasiswa masih bervariasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Tingkat motivasi belajar mahasiswa berbeda-beda.<\/li>\n\n\n\n<li>Intensitas penggunaan media digital berbeda antar mahasiswa.<\/li>\n\n\n\n<li>Kemampuan literasi digital mahasiswa belum merata.<\/li>\n\n\n\n<li>Keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran masih rendah.<\/li>\n\n\n\n<li>Belum diketahui pengaruh literasi digital terhadap hasil belajar.<\/li>\n\n\n\n<li>Belum diketahui pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar.<br>Pada tahap berikutnya, peneliti harus mempersempit masalah.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">G. Batasan Masalah<\/h2>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pengertian<br>Batasan masalah adalah pembatasan ruang lingkup penelitian agar penelitian menjadi lebih fokus, terarah, realistis, dan dapat diselesaikan sesuai kemampuan peneliti.<br>Tanpa batasan masalah, penelitian dapat menjadi terlalu luas.<br>Prinsip sederhana:<br>Masalah penelitian yang baik bukan masalah yang paling banyak, tetapi masalah yang paling jelas dan dapat diteliti.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">J. Mengapa Masalah Harus Dibatasi?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena penelitian memiliki keterbatasan:<br>\u2022 waktu;<br>\u2022 biaya;<br>\u2022 tenaga;<br>\u2022 kemampuan peneliti;<br>\u2022 akses terhadap data;<br>\u2022 jumlah responden;<br>\u2022 instrumen;<br>\u2022 lokasi penelitian.<br>Misalnya:<br>Terlalu luas:<br>Pengaruh teknologi terhadap pendidikan di Indonesia.<br>Penelitian seperti ini sangat luas.<br>Lebih terarah:<br>Pengaruh penggunaan media pembelajaran digital terhadap hasil belajar mahasiswa Program Studi PAI di STAI X.<br>Lebih spesifik lagi:<br>Pengaruh intensitas penggunaan video pembelajaran terhadap hasil belajar mahasiswa semester V Program Studi PAI STAI X pada mata kuliah Media Pembelajaran PAI.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">H. Unsur-Unsur yang Dapat Dibatasi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Batasan masalah dapat dilakukan berdasarkan:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Variabel<br>Misalnya hanya meneliti:<br>\u2022 X = literasi digital<br>\u2022 Y = hasil belajar<br>Tidak memasukkan motivasi, lingkungan keluarga, kecerdasan, dan variabel lainnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Subjek<br>Misalnya:<br>Mahasiswa semester V Program Studi PAI.<\/li>\n\n\n\n<li>Lokasi<br>Misalnya:<br>STAI Muhammadiyah Tulungagung.<\/li>\n\n\n\n<li>Waktu<br>Misalnya:<br>Tahun akademik 2026\/2027.<\/li>\n\n\n\n<li>Materi<br>Misalnya:<br>Pembelajaran pada mata kuliah Media Pembelajaran PAI.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">I. Contoh dari Masalah Umum Menjadi Spesifik<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masalah umum<br>Hasil belajar mahasiswa masih rendah.<br>\u2193<br>Identifikasi<br>\u2022 motivasi belajar berbeda;<br>\u2022 literasi digital berbeda;<br>\u2022 penggunaan media pembelajaran berbeda;<br>\u2022 metode pembelajaran berbeda;<br>\u2022 lingkungan belajar berbeda.<br>\u2193<br>Batasan<br>Penelitian hanya membahas:<br>Pengaruh literasi digital terhadap hasil belajar mahasiswa.<br>\u2193<br>Lebih spesifik<br>Pengaruh literasi digital terhadap hasil belajar mahasiswa semester V Program Studi PAI STAI Muhammadiyah Tulungagung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">J. Research Gap<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pengertian<br>Research gap adalah kesenjangan atau bagian yang belum terjawab, belum diteliti secara memadai, atau masih menimbulkan perbedaan dalam penelitian-penelitian sebelumnya.<br>Research gap menjadi salah satu dasar penting untuk menunjukkan mengapa penelitian baru perlu dilakukan.<br>Sederhananya:<br>Penelitian terdahulu sudah membahas sesuatu, tetapi masih ada bagian yang belum jelas, belum lengkap, atau hasilnya belum konsisten.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">K. Mengapa Research Gap Penting?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Research gap membantu peneliti menjawab pertanyaan:<br>\u201cMengapa penelitian ini perlu dilakukan?\u201d<br>Tanpa research gap, penelitian berisiko hanya mengulang penelitian terdahulu.<br>Penelitian yang baik bukan berarti harus menemukan topik yang belum pernah ada sama sekali.<br>Yang penting adalah terdapat alasan ilmiah yang jelas untuk melakukan penelitian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">L. Jenis-Jenis Research Gap<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Contradictory Findings Gap<br>Terjadi ketika penelitian terdahulu menghasilkan temuan yang berbeda.<br>Contoh:<br>Penelitian A:<br>Penggunaan video pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar.<br>Penelitian B:<br>Penggunaan video pembelajaran tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar.<br>Muncul pertanyaan:<br>Mengapa hasil penelitian tersebut berbeda?<br>Ini dapat menjadi research gap.<\/li>\n\n\n\n<li>Population Gap<br>Penelitian sebelumnya dilakukan pada populasi tertentu, sedangkan populasi lain belum diteliti.<br>Contoh:<br>Penelitian sebelumnya dilakukan pada siswa SMA.<br>Belum banyak penelitian pada mahasiswa PAI.<br>Maka penelitian baru dapat menguji hubungan yang sama pada mahasiswa PAI.<\/li>\n\n\n\n<li>Context Gap<br>Penelitian sebelumnya dilakukan dalam konteks tertentu.<br>Misalnya:<br>Penelitian dilakukan pada sekolah umum.<br>Sementara penelitian pada:<br>Sekolah Dasar Islam swasta<br>belum banyak dilakukan.<br>Perbedaan konteks dapat menjadi research gap.<\/li>\n\n\n\n<li>Methodological Gap<br>Penelitian terdahulu menggunakan metode tertentu, tetapi metode lain belum digunakan secara memadai.<br>Misalnya penelitian sebelumnya menggunakan survei deskriptif.<br>Penelitian baru menggunakan pendekatan korelasional atau eksperimen.<\/li>\n\n\n\n<li>Variable Gap<br>Penelitian terdahulu hanya menguji hubungan antara:<br>Motivasi belajar \u2192 hasil belajar<br>Penelitian berikutnya dapat memasukkan:<br>Literasi digital \u2192 motivasi belajar \u2192 hasil belajar.<\/li>\n\n\n\n<li>Theoretical Gap<br>Teori yang digunakan belum sepenuhnya mampu menjelaskan fenomena tertentu.<br>Peneliti dapat menguji teori pada konteks yang berbeda.<\/li>\n\n\n\n<li>Temporal Gap<br>Penelitian terdahulu dilakukan beberapa tahun lalu, sementara kondisi sosial dan teknologi telah berubah.<br>Contoh:<br>Penelitian penggunaan media digital dilakukan sebelum perkembangan pesat platform pembelajaran berbasis KA.<br>Penelitian baru dapat melihat kondisi dalam konteks pembelajaran saat ini.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">M. Cara Menemukan Research Gap<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mahasiswa dapat menggunakan langkah berikut:<br>Langkah 1<br>Tentukan topik penelitian.<br>Contoh:<br>Media pembelajaran digital.<br>Langkah 2<br>Cari penelitian terdahulu.<br>Misalnya minimal:<br>\u2022 5\u201310 artikel;<br>\u2022 jurnal nasional;<br>\u2022 jurnal internasional;<br>\u2022 penelitian terbaru;<br>\u2022 penelitian yang relevan.<br>Langkah 3<br>Buat tabel matriks penelitian.<br><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><td><strong>Peneliti<\/strong><\/td><td><strong>Tahun<\/strong><\/td><td><strong>Variabel<\/strong><\/td><td><strong>Subjek<\/strong><\/td><td><strong>Metode<\/strong><\/td><td><strong>Hasil<\/strong><\/td><td><strong>Keterbatasan<\/strong><\/td><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>A<\/td><td>2023<\/td><td>X-Y<\/td><td>SMA<\/td><td>Kuantitatif<\/td><td>Signifikan<\/td><td>Populasi terbatas<\/td><\/tr><tr><td>B<\/td><td>2024<\/td><td>X-Y<\/td><td>Mahasiswa<\/td><td>Survei<\/td><td>Tidak signifikan<\/td><td>Sampel kecil<\/td><\/tr><tr><td>C<\/td><td>2025<\/td><td>X-Y-Z<\/td><td>Mahasiswa<\/td><td>Korelasional<\/td><td>Signifikan<\/td><td>Variabel terbatas<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah 4<br>Bandingkan penelitian tersebut.<br>Tanyakan:<br>\u2022 Apakah hasilnya sama?<br>\u2022 Apakah populasinya sama?<br>\u2022 Apakah lokasinya sama?<br>\u2022 Apakah variabelnya sama?<br>\u2022 Apakah metodenya sama?<br>\u2022 Apakah waktunya sama?<br>Langkah 5<br>Temukan celahnya.<br>Misalnya:<br>Penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang belum konsisten mengenai hubungan literasi digital dengan hasil belajar.<br>Itulah calon research gap.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">N. Contoh Research Gap dalam Penelitian Pendidikan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Topik<br>Literasi digital dan hasil belajar mahasiswa<br>Penelitian terdahulu:<br>\u2022 Penelitian A menemukan adanya pengaruh positif.<br>\u2022 Penelitian B menemukan pengaruh yang tidak signifikan.<br>\u2022 Penelitian C menemukan bahwa pengaruh literasi digital terhadap hasil belajar dipengaruhi oleh motivasi belajar.<br>\u2022 Sebagian besar penelitian dilakukan pada mahasiswa perguruan tinggi umum.<br>\u2022 Penelitian pada mahasiswa Program Studi PAI masih terbatas.<br>Research gap<br>Dari kondisi tersebut dapat dirumuskan:<br>Terdapat ketidakkonsistenan hasil penelitian mengenai pengaruh literasi digital terhadap hasil belajar mahasiswa. Selain itu, penelitian yang secara khusus mengkaji hubungan tersebut pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam dalam konteks pembelajaran berbasis teknologi masih terbatas.<br>Dari sinilah penelitian baru memiliki alasan akademik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">O. Hubungan Identifikasi Masalah dan Research Gap<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mahasiswa sering menganggap keduanya sama. Padahal berbeda.<br><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><td><strong>Aspek<\/strong><\/td><td><strong>Identifikasi Masalah<\/strong><\/td><td><strong>Research Gap<\/strong><\/td><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Sumber<\/td><td>Fenomena, observasi, wawancara, teori<\/td><td>Penelitian terdahulu\/literatur<\/td><\/tr><tr><td>Fokus<\/td><td>Masalah yang terjadi<\/td><td>Kekosongan\/kesenjangan pengetahuan<\/td><\/tr><tr><td>Pertanyaan<\/td><td>Apa masalahnya?<\/td><td>Apa yang belum diketahui?<\/td><\/tr><tr><td>Tujuan<\/td><td>Memetakan masalah<\/td><td>Menemukan alasan ilmiah penelitian baru<\/td><\/tr><tr><td>Output<\/td><td>Daftar masalah<\/td><td>Pernyataan gap<\/td><\/tr><tr><td>Posisi<\/td><td>Lebih awal<\/td><td>Memperkuat urgensi penelitian<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hubungannya:<br>Fenomena<br>\u2193<br>Identifikasi masalah<br>\u2193<br>Kajian penelitian terdahulu<br>\u2193<br>Research gap<br>\u2193<br>Batasan masalah<br>\u2193<br>Rumusan masalah<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh Lengkap<\/strong><br>Misalnya mahasiswa menemukan fenomena:<br>Mahasiswa sudah menggunakan berbagai media digital dalam pembelajaran, tetapi hasil belajar masih beragam.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Sumber masalah<br>\u2022 observasi pembelajaran;<br>\u2022 wawancara dosen;<br>\u2022 dokumentasi hasil belajar;<br>\u2022 penelitian terdahulu.<\/li>\n\n\n\n<li>Identifikasi masalah<br>Ditemukan:<\/li>\n\n\n\n<li>kemampuan literasi digital mahasiswa berbeda;<\/li>\n\n\n\n<li>penggunaan media digital berbeda;<\/li>\n\n\n\n<li>motivasi belajar berbeda;<\/li>\n\n\n\n<li>hasil belajar mahasiswa bervariasi;<\/li>\n\n\n\n<li>belum diketahui hubungan literasi digital dengan hasil belajar.<\/li>\n\n\n\n<li>Research gap<br>Penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang berbeda mengenai hubungan literasi digital dan hasil belajar.<br>Selain itu, penelitian pada mahasiswa PAI dalam konteks pembelajaran perguruan tinggi keagamaan masih terbatas.<\/li>\n\n\n\n<li>Batasan masalah<br>Penelitian dibatasi pada:<br>\u2022 variabel X: literasi digital;<br>\u2022 variabel Y: hasil belajar;<br>\u2022 subjek: mahasiswa semester V PAI;<br>\u2022 lokasi: satu perguruan tinggi;<br>\u2022 konteks: pembelajaran akademik.<\/li>\n\n\n\n<li>Calon judul<br>Pengaruh Literasi Digital terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam.<\/li>\n\n\n\n<li>Rumusan masalah<br>Apakah terdapat pengaruh literasi digital terhadap hasil belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam?<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">P. Kesalahan yang Sering Dilakukan Mahasiswa<\/h2>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Memulai dari judul<br>Mahasiswa langsung membuat judul:<br>\u201cPengaruh Media Digital terhadap Motivasi Belajar&#8230;\u201d<br>tanpa mengetahui masalahnya.<br>Seharusnya:<br>Fenomena \u2192 masalah \u2192 gap \u2192 variabel \u2192 judul.<\/li>\n\n\n\n<li>Menganggap semua fenomena sebagai masalah penelitian<br>Tidak semua hal yang menarik otomatis menjadi masalah penelitian.<br>Masalah penelitian harus:<br>\u2022 jelas;<br>\u2022 relevan;<br>\u2022 memiliki nilai ilmiah;<br>\u2022 dapat diteliti;<br>\u2022 memiliki data;<br>\u2022 realistis dilakukan.<\/li>\n\n\n\n<li>Identifikasi masalah terlalu banyak<br>Misalnya mahasiswa menuliskan 15\u201320 masalah tetapi tidak menentukan fokus.<br>Solusinya:<br>Identifikasi boleh luas, tetapi penelitian harus dibatasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Batasan masalah terlalu luas<br>Contoh:<br>Penelitian ini membahas penggunaan teknologi dalam pendidikan.<br>Ini masih sangat luas.<br>Lebih baik:<br>Penelitian ini dibatasi pada pengaruh penggunaan video pembelajaran terhadap hasil belajar mahasiswa semester V Program Studi PAI.<\/li>\n\n\n\n<li>Research gap hanya mengatakan \u201cbelum pernah diteliti\u201d<br>Pernyataan:<br>\u201cBelum ada yang meneliti topik ini.\u201d<br>belum cukup kuat jika tidak didukung kajian literatur.<br>Lebih baik menunjukkan:<br>penelitian apa yang sudah ada, hasilnya bagaimana, keterbatasannya apa, dan bagian mana yang belum terjawab.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Q. Latihan Mahasiswa<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Latihan 1 \u2014 Identifikasi Masalah<br>Pilih satu fenomena pendidikan.<br>Contoh:<br>Penggunaan KA dalam pembelajaran semakin meningkat.<br>Tuliskan:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Fenomena yang ditemukan.<\/li>\n\n\n\n<li>Kondisi ideal.<\/li>\n\n\n\n<li>Kondisi nyata.<\/li>\n\n\n\n<li>Kesenjangan.<\/li>\n\n\n\n<li>Minimal 5 masalah yang dapat diidentifikasi.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Latihan 2 \u2014 Membatasi Masalah<br>Dari 5 masalah yang telah ditemukan, pilih satu masalah utama.<br>Tentukan:<br>\u2022 variabel X;<br>\u2022 variabel Y;<br>\u2022 subjek;<br>\u2022 lokasi;<br>\u2022 waktu;<br>\u2022 konteks penelitian.<br>Kemudian buat satu paragraf batasan masalah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Latihan 3 \u2014 Mencari Research Gap<br>Cari minimal 5 artikel jurnal yang relevan dengan topik yang dipilih.<br>Buat tabel:<br><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><td><strong>No.<\/strong><\/td><td><strong>Peneliti\/Tahun<\/strong><\/td><td><strong>Variabel<\/strong><\/td><td><strong>Subjek<\/strong><\/td><td><strong>Metode<\/strong><\/td><td><strong>Hasil<\/strong><\/td><td><strong>Gap\/Keterbatasan<\/strong><\/td><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>1<\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>2<\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>3<\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>4<\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>5<\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemudian jawab:<br>Apa yang belum terjawab dari penelitian-penelitian tersebut?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">V. Tugas Individu<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mahasiswa diminta menyusun identifikasi masalah penelitian kuantitatif dengan ketentuan:<br>Bagian 1 \u2014 Fenomena<br>1 paragraf.<br>Bagian 2 \u2014 Identifikasi Masalah<br>Minimal 5 masalah.<br>Bagian 3 \u2014 Research Gap<br>Berdasarkan minimal 5 penelitian terdahulu.<br>Bagian 4 \u2014 Batasan Masalah<br>1\u20132 paragraf.<br>Bagian 5 \u2014 Calon Judul<br>Satu judul penelitian kuantitatif.<br>Bagian 6 \u2014 Rumusan Masalah<br>Minimal 1 rumusan masalah.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">R. Aktivitas Diskusi Kelas<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dosen dapat membagi mahasiswa menjadi beberapa kelompok.<br>Setiap kelompok mendapatkan kasus:<br>\u201cPenggunaan media sosial yang tinggi di kalangan mahasiswa belum tentu diikuti dengan meningkatnya prestasi akademik.\u201d<br>Kemudian mahasiswa diminta menemukan:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Apa fenomenanya?<\/li>\n\n\n\n<li>Apa masalahnya?<\/li>\n\n\n\n<li>Apa yang harus diidentifikasi?<\/li>\n\n\n\n<li>Apa yang perlu dibatasi?<\/li>\n\n\n\n<li>Apa kemungkinan research gap?<\/li>\n\n\n\n<li>Variabel apa yang dapat diteliti?<\/li>\n\n\n\n<li>Apa calon judul penelitian kuantitatifnya?<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">S. Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Identifikasi masalah merupakan tahap penting dalam penelitian kuantitatif karena menentukan arah penelitian.<br>Empat konsep utama yang perlu dipahami mahasiswa adalah:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Sumber Masalah<br>Dari mana masalah ditemukan?<br>Fenomena, observasi, wawancara, pengalaman, teori, penelitian terdahulu, dan kebijakan.<\/li>\n\n\n\n<li>Identifikasi Masalah<br>Apa saja persoalan yang muncul dari fenomena tersebut?<\/li>\n\n\n\n<li>Batasan Masalah<br>Bagian mana yang benar-benar akan diteliti?<\/li>\n\n\n\n<li>Research Gap<br>Apa yang masih belum terjawab atau belum konsisten dalam penelitian terdahulu?<br>Dengan demikian, alur berpikir mahasiswa sebaiknya:<br>FENOMENA \u2192 MASALAH \u2192 IDENTIFIKASI \u2192 KAJIAN TERDAHULU \u2192 RESEARCH GAP \u2192 BATASAN \u2192 RUMUSAN MASALAH \u2192 PENELITIAN<br>Intinya: penelitian kuantitatif yang baik bukan sekadar memiliki judul yang menarik, tetapi berangkat dari masalah yang jelas, fokus yang terukur, dan research gap yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>A. Pengantar: Mengapa Penelitian Dimulai dari Masalah? Penelitian tidak dimulai dari keinginan untuk menggunakan metode tertentu, mencari judul yang terdengar menarik, atau sekadar mengikuti tren.Penelitian dimulai dari adanya masalah atau pertanyaan yang membutuhkan jawaban secara ilmiah.Secara sederhana:Fenomena \u2192 Masalah \u2192 Identifikasi Masalah \u2192 Batasan Masalah \u2192 Research Gap \u2192 Rumusan Masalah \u2192 Tujuan PenelitianContohnya:Di sebuah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[115],"tags":[],"class_list":["post-1248","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-materi-perkuliahan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Topik: Identifikasi Masalah Penelitian - Nahakaya.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/10\/06\/topik-identifikasi-masalah-penelitian\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Topik: Identifikasi Masalah Penelitian - Nahakaya.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"A. Pengantar: Mengapa Penelitian Dimulai dari Masalah? Penelitian tidak dimulai dari keinginan untuk menggunakan metode tertentu, mencari judul yang terdengar menarik, atau sekadar mengikuti tren.Penelitian dimulai dari adanya masalah atau pertanyaan yang membutuhkan jawaban secara ilmiah.Secara sederhana:Fenomena \u2192 Masalah \u2192 Identifikasi Masalah \u2192 Batasan Masalah \u2192 Research Gap \u2192 Rumusan Masalah \u2192 Tujuan PenelitianContohnya:Di sebuah [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/10\/06\/topik-identifikasi-masalah-penelitian\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nahakaya.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-06T06:40:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-06T06:40:37+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Khotibul umam\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Khotibul umam\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/10\\\/06\\\/topik-identifikasi-masalah-penelitian\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/10\\\/06\\\/topik-identifikasi-masalah-penelitian\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Khotibul umam\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/9f7ae0f381f8a2de49ed790766349c4a\"},\"headline\":\"Topik: Identifikasi Masalah Penelitian\",\"datePublished\":\"2026-10-06T06:40:36+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-06T06:40:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/10\\\/06\\\/topik-identifikasi-masalah-penelitian\\\/\"},\"wordCount\":2302,\"commentCount\":0,\"articleSection\":[\"Materi Perkuliahan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/10\\\/06\\\/topik-identifikasi-masalah-penelitian\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/10\\\/06\\\/topik-identifikasi-masalah-penelitian\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/10\\\/06\\\/topik-identifikasi-masalah-penelitian\\\/\",\"name\":\"Topik: Identifikasi Masalah Penelitian - Nahakaya.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-10-06T06:40:36+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-06T06:40:37+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/9f7ae0f381f8a2de49ed790766349c4a\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/10\\\/06\\\/topik-identifikasi-masalah-penelitian\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/10\\\/06\\\/topik-identifikasi-masalah-penelitian\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/10\\\/06\\\/topik-identifikasi-masalah-penelitian\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Topik: Identifikasi Masalah Penelitian\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/\",\"name\":\"Nahakaya.com\",\"description\":\"Berbagi Ilmu dan Tholabul Ilmi Bersama\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/9f7ae0f381f8a2de49ed790766349c4a\",\"name\":\"Khotibul umam\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2ffd6176042507b30017cce36a866fcec0fd69a00759f842b88519952dd06a06?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2ffd6176042507b30017cce36a866fcec0fd69a00759f842b88519952dd06a06?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2ffd6176042507b30017cce36a866fcec0fd69a00759f842b88519952dd06a06?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Khotibul umam\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/author\\\/umam\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Topik: Identifikasi Masalah Penelitian - Nahakaya.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/10\/06\/topik-identifikasi-masalah-penelitian\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Topik: Identifikasi Masalah Penelitian - Nahakaya.com","og_description":"A. Pengantar: Mengapa Penelitian Dimulai dari Masalah? Penelitian tidak dimulai dari keinginan untuk menggunakan metode tertentu, mencari judul yang terdengar menarik, atau sekadar mengikuti tren.Penelitian dimulai dari adanya masalah atau pertanyaan yang membutuhkan jawaban secara ilmiah.Secara sederhana:Fenomena \u2192 Masalah \u2192 Identifikasi Masalah \u2192 Batasan Masalah \u2192 Research Gap \u2192 Rumusan Masalah \u2192 Tujuan PenelitianContohnya:Di sebuah [&hellip;]","og_url":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/10\/06\/topik-identifikasi-masalah-penelitian\/","og_site_name":"Nahakaya.com","article_published_time":"2026-10-06T06:40:36+00:00","article_modified_time":"2026-10-06T06:40:37+00:00","author":"Khotibul umam","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Khotibul umam","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/10\/06\/topik-identifikasi-masalah-penelitian\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/10\/06\/topik-identifikasi-masalah-penelitian\/"},"author":{"name":"Khotibul umam","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/#\/schema\/person\/9f7ae0f381f8a2de49ed790766349c4a"},"headline":"Topik: Identifikasi Masalah Penelitian","datePublished":"2026-10-06T06:40:36+00:00","dateModified":"2026-10-06T06:40:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/10\/06\/topik-identifikasi-masalah-penelitian\/"},"wordCount":2302,"commentCount":0,"articleSection":["Materi Perkuliahan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/10\/06\/topik-identifikasi-masalah-penelitian\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/10\/06\/topik-identifikasi-masalah-penelitian\/","url":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/10\/06\/topik-identifikasi-masalah-penelitian\/","name":"Topik: Identifikasi Masalah Penelitian - Nahakaya.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/#website"},"datePublished":"2026-10-06T06:40:36+00:00","dateModified":"2026-10-06T06:40:37+00:00","author":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/#\/schema\/person\/9f7ae0f381f8a2de49ed790766349c4a"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/10\/06\/topik-identifikasi-masalah-penelitian\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/10\/06\/topik-identifikasi-masalah-penelitian\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/10\/06\/topik-identifikasi-masalah-penelitian\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nahakaya.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Topik: Identifikasi Masalah Penelitian"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/#website","url":"https:\/\/nahakaya.com\/","name":"Nahakaya.com","description":"Berbagi Ilmu dan Tholabul Ilmi Bersama","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nahakaya.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/#\/schema\/person\/9f7ae0f381f8a2de49ed790766349c4a","name":"Khotibul umam","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ffd6176042507b30017cce36a866fcec0fd69a00759f842b88519952dd06a06?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ffd6176042507b30017cce36a866fcec0fd69a00759f842b88519952dd06a06?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ffd6176042507b30017cce36a866fcec0fd69a00759f842b88519952dd06a06?s=96&d=mm&r=g","caption":"Khotibul umam"},"sameAs":["https:\/\/nahakaya.com"],"url":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/author\/umam\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1248","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1248"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1248\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1249,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1248\/revisions\/1249"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1248"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1248"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1248"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}