{"id":631,"date":"2026-03-22T11:54:45","date_gmt":"2026-03-22T04:54:45","guid":{"rendered":"https:\/\/nahakaya.com\/?p=631"},"modified":"2026-03-22T11:54:46","modified_gmt":"2026-03-22T04:54:46","slug":"idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/","title":{"rendered":"Idul Fitri 1447 H: Makna, Tradisi Lebaran di Indonesia, dan Perubahannya di Era DigitalIdul Fitri 1447 H: Momentum Kembali Suci"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Idul Fitri 1447 H menjadi momen yang sangat dinantikan umat Islam setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Hari raya ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi merupakan simbol kemenangan spiritual, di mana umat Islam kembali kepada fitrah atau kesucian.<br>Makna Idul Fitri berasal dari kata \u201cfitri\u201d yang berarti suci. Setelah menahan diri dari hawa nafsu, menjaga lisan, serta memperbanyak ibadah, umat Islam diharapkan menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam momentum ini, nilai keikhlasan, kesabaran, dan kepedulian sosial menjadi inti utama.<br>Tradisi saling memaafkan yang menjadi ciri khas Lebaran di Indonesia juga mencerminkan ajaran Islam yang sangat luhur, yaitu memperbaiki hubungan antar sesama manusia (hablum minannas).<br><strong>Tradisi Lebaran di Indonesia yang Sarat Makna<\/strong><br>Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan budaya yang luar biasa, termasuk dalam perayaan Idul Fitri. Berikut beberapa tradisi Lebaran di Indonesia yang masih lestari hingga kini:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Mudik Lebaran<br>Mudik menjadi tradisi tahunan yang sangat khas di Indonesia. Jutaan orang pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. Lebaran terasa belum lengkap tanpa momen kebersamaan ini.<\/li>\n\n\n\n<li>Takbiran<br>Malam sebelum Idul Fitri diisi dengan gema takbir yang menggema di masjid, mushala, hingga jalanan. Takbiran menjadi simbol kemenangan dan rasa syukur kepada Allah SWT.<\/li>\n\n\n\n<li>Halal Bihalal<br>Tradisi khas Indonesia ini menjadi momen untuk saling memaafkan. Tidak hanya dalam keluarga, tetapi juga di lingkungan kerja dan masyarakat luas.<\/li>\n\n\n\n<li>Ketupat Lebaran<br>Ketupat bukan sekadar makanan, tetapi memiliki filosofi mendalam. Bungkus janur melambangkan kesalahan manusia, sementara isi beras putih melambangkan kesucian setelah memohon maaf.<\/li>\n\n\n\n<li>Ziarah Kubur<br>Sebagian masyarakat juga melakukan ziarah ke makam keluarga sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada orang yang telah wafat.<br>Tradisi-tradisi ini menunjukkan bahwa Idul Fitri di Indonesia tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan budaya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><a href=\"https:\/\/baznasjabar.org\/news\/makna-hari-raya-idul-fitri\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Makna Sosial dan Spiritual Idul Fitri<\/a><\/strong><br>Idul Fitri 1447 H tidak hanya berbicara tentang ritual, tetapi juga tentang perubahan diri. Ada tiga makna utama yang dapat diambil:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Kemenangan Melawan Diri Sendiri<br>Ramadhan melatih umat Islam untuk mengendalikan hawa nafsu. Idul Fitri adalah simbol kemenangan atas perjuangan tersebut.<\/li>\n\n\n\n<li>Kepedulian Sosial<br>Melalui zakat fitrah, umat Islam diajarkan untuk berbagi kepada sesama, terutama kepada yang membutuhkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Mempererat Silaturahmi<br>Lebaran menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang.<br>Nilai-nilai ini menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di tengah tantangan zaman modern.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Perubahan Tradisi Lebaran di Era Digital<\/strong><br>Seiring perkembangan teknologi, tradisi Idul Fitri juga mengalami perubahan signifikan. Era digital membawa kemudahan, tetapi juga tantangan tersendiri.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Silaturahmi Virtual<br>Kini, banyak orang yang melakukan silaturahmi melalui video call atau pesan instan. Hal ini menjadi solusi bagi mereka yang tidak bisa mudik.<\/li>\n\n\n\n<li>Ucapan Digital<br>Kartu ucapan Lebaran kini bergeser menjadi pesan WhatsApp, Instagram, atau video kreatif.<\/li>\n\n\n\n<li>Belanja Online Lebaran<br>Kebutuhan Lebaran seperti pakaian dan makanan kini lebih banyak dibeli secara online.<\/li>\n\n\n\n<li>Lebaran sebagai Konten<br>Fenomena baru yang muncul adalah menjadikan momen Lebaran sebagai konten media sosial. Mulai dari OOTD Lebaran hingga vlog keluarga.<br>Namun, perubahan ini perlu disikapi dengan bijak agar tidak menghilangkan esensi Idul Fitri itu sendiri.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Menjaga Esensi Idul Fitri di Tengah Modernisasi<\/strong><br>Di tengah arus digitalisasi, penting bagi umat Islam untuk tetap menjaga nilai-nilai utama Idul Fitri. Teknologi seharusnya menjadi alat untuk memperkuat silaturahmi, bukan menggantikan makna sebenarnya.<br>Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:<br>\u2022 Mengutamakan pertemuan langsung jika memungkinkan<br>\u2022 Menjaga adab dalam bermedia sosial<br>\u2022 Tidak berlebihan dalam merayakan Lebaran<br>\u2022 Fokus pada ibadah dan kebersamaan keluarga<br>Dengan demikian, Idul Fitri tetap menjadi momentum spiritual yang bermakna, bukan sekadar perayaan seremonial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penutup<\/strong><br>Idul Fitri 1447 H adalah momentum yang tidak hanya dirayakan, tetapi juga harus dimaknai secara mendalam. Tradisi Lebaran di Indonesia yang kaya akan nilai budaya menjadi kekuatan tersendiri dalam mempererat hubungan sosial.<br>Di sisi lain, era digital membawa perubahan yang tidak bisa dihindari. Namun, selama nilai-nilai utama seperti keikhlasan, silaturahmi, dan kepedulian tetap dijaga, maka esensi Idul Fitri akan tetap hidup dalam setiap generasi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Idul Fitri 1447 H menjadi momen yang sangat dinantikan umat Islam setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Hari raya ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi merupakan simbol kemenangan spiritual, di mana umat Islam kembali kepada fitrah atau kesucian.Makna Idul Fitri berasal dari kata \u201cfitri\u201d yang berarti suci. Setelah menahan diri dari hawa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":632,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-631","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kajian"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tradisi Lebaran di Indonesia, dan Perubahannya di Era Digital<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Idul Fitri 1447 H bukan sekadar perayaan, tetapi momentum kembali suci. Simak makna, tradisi di Indonesia, dan perubahan di era digital.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tradisi Lebaran di Indonesia, dan Perubahannya di Era Digital\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Idul Fitri 1447 H bukan sekadar perayaan, tetapi momentum kembali suci. Simak makna, tradisi di Indonesia, dan perubahan di era digital.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nahakaya.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-22T04:54:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-22T04:54:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nahakaya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/halal-bihalal_169.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"338\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Khotibul umam\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Khotibul umam\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/\"},\"author\":{\"name\":\"Khotibul umam\",\"@id\":\"https:\/\/nahakaya.com\/#\/schema\/person\/9f7ae0f381f8a2de49ed790766349c4a\"},\"headline\":\"Idul Fitri 1447 H: Makna, Tradisi Lebaran di Indonesia, dan Perubahannya di Era DigitalIdul Fitri 1447 H: Momentum Kembali Suci\",\"datePublished\":\"2026-03-22T04:54:45+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-22T04:54:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/\"},\"wordCount\":626,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/nahakaya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/halal-bihalal_169.jpeg\",\"articleSection\":[\"Artikel\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/\",\"url\":\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/\",\"name\":\"Tradisi Lebaran di Indonesia, dan Perubahannya di Era Digital\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/nahakaya.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/nahakaya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/halal-bihalal_169.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-03-22T04:54:45+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-22T04:54:46+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/nahakaya.com\/#\/schema\/person\/9f7ae0f381f8a2de49ed790766349c4a\"},\"description\":\"Idul Fitri 1447 H bukan sekadar perayaan, tetapi momentum kembali suci. Simak makna, tradisi di Indonesia, dan perubahan di era digital.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/nahakaya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/halal-bihalal_169.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/nahakaya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/halal-bihalal_169.jpeg\",\"width\":600,\"height\":338,\"caption\":\"ketupat lebaran khas Indonesia\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/nahakaya.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Idul Fitri 1447 H: Makna, Tradisi Lebaran di Indonesia, dan Perubahannya di Era DigitalIdul Fitri 1447 H: Momentum Kembali Suci\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/nahakaya.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/nahakaya.com\/\",\"name\":\"Nahakaya.com\",\"description\":\"Berbagi Ilmu dan Tholabul Ilmi Bersama\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/nahakaya.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/nahakaya.com\/#\/schema\/person\/9f7ae0f381f8a2de49ed790766349c4a\",\"name\":\"Khotibul umam\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ffd6176042507b30017cce36a866fcec0fd69a00759f842b88519952dd06a06?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ffd6176042507b30017cce36a866fcec0fd69a00759f842b88519952dd06a06?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ffd6176042507b30017cce36a866fcec0fd69a00759f842b88519952dd06a06?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Khotibul umam\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/nahakaya.com\"],\"url\":\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/author\/umam\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tradisi Lebaran di Indonesia, dan Perubahannya di Era Digital","description":"Idul Fitri 1447 H bukan sekadar perayaan, tetapi momentum kembali suci. Simak makna, tradisi di Indonesia, dan perubahan di era digital.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tradisi Lebaran di Indonesia, dan Perubahannya di Era Digital","og_description":"Idul Fitri 1447 H bukan sekadar perayaan, tetapi momentum kembali suci. Simak makna, tradisi di Indonesia, dan perubahan di era digital.","og_url":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/","og_site_name":"Nahakaya.com","article_published_time":"2026-03-22T04:54:45+00:00","article_modified_time":"2026-03-22T04:54:46+00:00","og_image":[{"width":600,"height":338,"url":"https:\/\/nahakaya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/halal-bihalal_169.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Khotibul umam","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Khotibul umam","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/"},"author":{"name":"Khotibul umam","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/#\/schema\/person\/9f7ae0f381f8a2de49ed790766349c4a"},"headline":"Idul Fitri 1447 H: Makna, Tradisi Lebaran di Indonesia, dan Perubahannya di Era DigitalIdul Fitri 1447 H: Momentum Kembali Suci","datePublished":"2026-03-22T04:54:45+00:00","dateModified":"2026-03-22T04:54:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/"},"wordCount":626,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nahakaya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/halal-bihalal_169.jpeg","articleSection":["Artikel"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/","url":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/","name":"Tradisi Lebaran di Indonesia, dan Perubahannya di Era Digital","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nahakaya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/halal-bihalal_169.jpeg","datePublished":"2026-03-22T04:54:45+00:00","dateModified":"2026-03-22T04:54:46+00:00","author":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/#\/schema\/person\/9f7ae0f381f8a2de49ed790766349c4a"},"description":"Idul Fitri 1447 H bukan sekadar perayaan, tetapi momentum kembali suci. Simak makna, tradisi di Indonesia, dan perubahan di era digital.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/#primaryimage","url":"https:\/\/nahakaya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/halal-bihalal_169.jpeg","contentUrl":"https:\/\/nahakaya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/halal-bihalal_169.jpeg","width":600,"height":338,"caption":"ketupat lebaran khas Indonesia"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/22\/idul-fitri-1447-makna-tradisi-lebaran-indonesia-era-digital\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nahakaya.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Idul Fitri 1447 H: Makna, Tradisi Lebaran di Indonesia, dan Perubahannya di Era DigitalIdul Fitri 1447 H: Momentum Kembali Suci"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/#website","url":"https:\/\/nahakaya.com\/","name":"Nahakaya.com","description":"Berbagi Ilmu dan Tholabul Ilmi Bersama","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nahakaya.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/#\/schema\/person\/9f7ae0f381f8a2de49ed790766349c4a","name":"Khotibul umam","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ffd6176042507b30017cce36a866fcec0fd69a00759f842b88519952dd06a06?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ffd6176042507b30017cce36a866fcec0fd69a00759f842b88519952dd06a06?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ffd6176042507b30017cce36a866fcec0fd69a00759f842b88519952dd06a06?s=96&d=mm&r=g","caption":"Khotibul umam"},"sameAs":["https:\/\/nahakaya.com"],"url":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/author\/umam\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/631","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=631"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/631\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":633,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/631\/revisions\/633"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/632"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=631"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=631"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=631"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}