{"id":645,"date":"2026-03-27T15:29:54","date_gmt":"2026-03-27T08:29:54","guid":{"rendered":"https:\/\/nahakaya.com\/?p=645"},"modified":"2026-03-27T15:29:54","modified_gmt":"2026-03-27T08:29:54","slug":"tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/27\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\/","title":{"rendered":"Tradisi Kupatan di Trenggalek dan Tulungagung: Sejarah, Makna, dan Keunikannya di Tengah ModernisasiPengantar: Kupatan, Tradisi Lebaran Kedua yang Sarat Makna"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah perayaan Idul Fitri, masyarakat Jawa\u2014khususnya di wilayah Trenggalek dan Tulungagung\u2014memiliki tradisi unik yang dikenal sebagai kupatan atau lebaran ketupat. Tradisi ini biasanya dilaksanakan pada hari ke-7 atau ke-8 bulan Syawal, setelah umat Islam menunaikan puasa sunnah enam hari.<br>Kupatan bukan sekadar tradisi makan ketupat, melainkan sebuah warisan budaya yang mengandung nilai religius, sosial, dan filosofi mendalam tentang maaf, kebersamaan, dan syukur.<br>Sejarah Tradisi Kupatan di Trenggalek<br><strong>Berawal dari Ulama dan Pesantren<\/strong><br>Tradisi kupatan di Trenggalek, khususnya di Kecamatan Durenan, memiliki sejarah panjang hingga ratusan tahun. Tradisi ini diyakini telah berlangsung lebih dari 200\u2013300 tahun dan berawal dari tokoh ulama setempat seperti KH Imam Mahyin dan leluhurnya.<br>Awalnya, tradisi ini muncul karena kebiasaan para kiai yang menjalankan puasa Syawal selama enam hari. Selama puasa, mereka tidak menerima tamu. Baru setelah selesai, tepat pada hari ke-8 Syawal, masyarakat diperbolehkan bersilaturahmi.<br>Dari sinilah lahir tradisi kupatan sebagai momentum \u201clebaran kedua\u201d bagi masyarakat.<br><strong>Ciri Khas Kupatan Durenan<\/strong><br>Kupatan di Durenan memiliki keunikan yang tidak ditemukan di banyak daerah lain:<br>\u2022 Silaturahmi besar-besaran dilakukan justru pada hari kupatan<br>\u2022 Setiap rumah membuka \u201copen house\u201d untuk siapa saja<br>\u2022 Hidangan utama adalah ketupat dengan sayur tewel (nangka muda)<br>\u2022 Ribuan orang datang, bahkan dari luar daerah<br>Tradisi ini bahkan menjadi magnet budaya dan wisata karena mampu menarik banyak pengunjung setiap tahunnya.<br><strong>Tradisi Kupatan di Tulungagung: Sederhana Tapi Sarat Makna<\/strong><br>Berbeda dengan Trenggalek yang cenderung meriah, tradisi kupatan di Tulungagung lebih sederhana namun tetap penuh filosofi.<br>Gantung Ketupat di Pintu Rumah<br>Salah satu ciri khas kupatan di Tulungagung adalah:<br>\u2022 Ketupat digantung di depan rumah<br>\u2022 Menjadi simbol keberkahan dan penolak bala<br>\u2022 Penanda bahwa tuan rumah siap menerima tamu<br>Tradisi ini menunjukkan bahwa kupatan bukan hanya soal makanan, tetapi juga simbol keterbukaan dan persaudaraan.<br>Silaturahmi dan Berbagi<br>Masyarakat Tulungagung juga merayakan kupatan dengan:<br>\u2022 Saling berkunjung antar tetangga<br>\u2022 Membagikan ketupat dan lauk<br>\u2022 Mengadakan doa bersama atau selametan<br>Nilai utama yang ditonjolkan adalah kebersamaan dan gotong royong, bukan kemewahan.<br>Makna Filosofis Ketupat dalam Tradisi Kupatan<br>Ketupat bukan sekadar makanan khas Lebaran. Dalam budaya Jawa, ketupat memiliki makna mendalam.<br>Filosofi \u201cNgaku Lepat\u201d<br>Istilah \u201ckupat\u201d diyakini berasal dari filosofi Jawa:<br>\u2022 Ngaku lepat \u2192 mengakui kesalahan<br>\u2022 Laku papat \u2192 empat tindakan spiritual<br>Makna ini menunjukkan bahwa kupatan adalah simbol:<br>\u2022 Introspeksi diri<br>\u2022 Permohonan maaf<br>\u2022 Penyucian hati setelah Ramadhan<br>Ketupat sendiri telah lama menjadi simbol budaya yang menggabungkan nilai lokal dan ajaran Islam dalam satu tradisi yang harmonis.<br>Kupatan sebagai Akulturasi Islam dan Budaya Jawa<br>Tradisi kupatan merupakan contoh nyata akulturasi antara budaya Jawa dan ajaran Islam.<br>Para wali, seperti Sunan Kalijaga, menggunakan pendekatan budaya untuk menyebarkan Islam, termasuk melalui simbol-simbol seperti ketupat.<br>Hasilnya, kupatan menjadi:<br>\u2022 Media dakwah yang halus<br>\u2022 Tradisi yang mudah diterima masyarakat<br>\u2022 Warisan budaya yang bertahan hingga sekarang<br>Bahkan, penelitian menyebut kupatan sebagai sarana pewarisan nilai spiritual dan sosial kepada generasi muda.<br><strong>Perubahan Tradisi Kupatan di Era Digital<br><\/strong>Di era modern, tradisi kupatan mulai mengalami perubahan, namun tidak kehilangan esensinya.<br>Perubahan yang Terjadi:<br>\u2022 Silaturahmi mulai dilengkapi dengan media sosial<br>\u2022 Kupatan menjadi konten budaya dan wisata<br>\u2022 Promosi digital meningkatkan popularitas tradisi<br>Namun demikian, nilai utama kupatan tetap bertahan, yaitu:<br>\u2022 Mempererat ukhuwah<br>\u2022 Menjaga tradisi leluhur<br>\u2022 Menguatkan identitas budaya lokal<br>Kesimpulan: Kupatan, Lebih dari Sekadar Tradisi<br>Tradisi kupatan di Trenggalek dan Tulungagung bukan hanya perayaan pasca-Lebaran, tetapi juga:<br>\u2022 Warisan budaya yang kaya sejarah<br>\u2022 Simbol spiritual tentang maaf dan penyucian diri<br>\u2022 Media mempererat hubungan sosial<br>Di tengah arus modernisasi, kupatan tetap menjadi bukti bahwa tradisi lokal mampu bertahan dan bahkan semakin relevan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah perayaan Idul Fitri, masyarakat Jawa\u2014khususnya di wilayah Trenggalek dan Tulungagung\u2014memiliki tradisi unik yang dikenal sebagai kupatan atau lebaran ketupat. Tradisi ini biasanya dilaksanakan pada hari ke-7 atau ke-8 bulan Syawal, setelah umat Islam menunaikan puasa sunnah enam hari.Kupatan bukan sekadar tradisi makan ketupat, melainkan sebuah warisan budaya yang mengandung nilai religius, sosial, dan filosofi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":646,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-645","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kajian"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tradisi Kupatan Trenggalek dan Tulungagung: Sejarah, Maknanya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kupatan di Trenggalek dan Tulungagung memiliki sejarah panjang dan makna mendalam. Simak asal-usul, tradisi unik, hingga nilai spiritualnya dalam artikel ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/27\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tradisi Kupatan Trenggalek dan Tulungagung: Sejarah, Maknanya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kupatan di Trenggalek dan Tulungagung memiliki sejarah panjang dan makna mendalam. Simak asal-usul, tradisi unik, hingga nilai spiritualnya dalam artikel ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/27\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Nahakaya.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-27T08:29:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/nahakaya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/screen-15.25.3827.03.2026.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"959\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"544\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Khotibul umam\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Khotibul umam\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/27\\\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/27\\\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Khotibul umam\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/9f7ae0f381f8a2de49ed790766349c4a\"},\"headline\":\"Tradisi Kupatan di Trenggalek dan Tulungagung: Sejarah, Makna, dan Keunikannya di Tengah ModernisasiPengantar: Kupatan, Tradisi Lebaran Kedua yang Sarat Makna\",\"datePublished\":\"2026-03-27T08:29:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/27\\\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\\\/\"},\"wordCount\":567,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/27\\\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/screen-15.25.3827.03.2026.png\",\"articleSection\":[\"Artikel\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/27\\\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/27\\\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/27\\\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\\\/\",\"name\":\"Tradisi Kupatan Trenggalek dan Tulungagung: Sejarah, Maknanya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/27\\\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/27\\\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/screen-15.25.3827.03.2026.png\",\"datePublished\":\"2026-03-27T08:29:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/9f7ae0f381f8a2de49ed790766349c4a\"},\"description\":\"Kupatan di Trenggalek dan Tulungagung memiliki sejarah panjang dan makna mendalam. Simak asal-usul, tradisi unik, hingga nilai spiritualnya dalam artikel ini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/27\\\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/27\\\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/27\\\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/screen-15.25.3827.03.2026.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/screen-15.25.3827.03.2026.png\",\"width\":959,\"height\":544,\"caption\":\"Tradisi kupatan Durenan Trenggalek dengan gunungan ketupat\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/2026\\\/03\\\/27\\\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tradisi Kupatan di Trenggalek dan Tulungagung: Sejarah, Makna, dan Keunikannya di Tengah ModernisasiPengantar: Kupatan, Tradisi Lebaran Kedua yang Sarat Makna\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/\",\"name\":\"Nahakaya.com\",\"description\":\"Berbagi Ilmu dan Tholabul Ilmi Bersama\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/9f7ae0f381f8a2de49ed790766349c4a\",\"name\":\"Khotibul umam\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2ffd6176042507b30017cce36a866fcec0fd69a00759f842b88519952dd06a06?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2ffd6176042507b30017cce36a866fcec0fd69a00759f842b88519952dd06a06?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2ffd6176042507b30017cce36a866fcec0fd69a00759f842b88519952dd06a06?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Khotibul umam\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/nahakaya.com\\\/index.php\\\/author\\\/umam\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tradisi Kupatan Trenggalek dan Tulungagung: Sejarah, Maknanya","description":"Kupatan di Trenggalek dan Tulungagung memiliki sejarah panjang dan makna mendalam. Simak asal-usul, tradisi unik, hingga nilai spiritualnya dalam artikel ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/27\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tradisi Kupatan Trenggalek dan Tulungagung: Sejarah, Maknanya","og_description":"Kupatan di Trenggalek dan Tulungagung memiliki sejarah panjang dan makna mendalam. Simak asal-usul, tradisi unik, hingga nilai spiritualnya dalam artikel ini.","og_url":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/27\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\/","og_site_name":"Nahakaya.com","article_published_time":"2026-03-27T08:29:54+00:00","og_image":[{"width":959,"height":544,"url":"https:\/\/nahakaya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/screen-15.25.3827.03.2026.png","type":"image\/png"}],"author":"Khotibul umam","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Khotibul umam","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/27\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/27\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\/"},"author":{"name":"Khotibul umam","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/#\/schema\/person\/9f7ae0f381f8a2de49ed790766349c4a"},"headline":"Tradisi Kupatan di Trenggalek dan Tulungagung: Sejarah, Makna, dan Keunikannya di Tengah ModernisasiPengantar: Kupatan, Tradisi Lebaran Kedua yang Sarat Makna","datePublished":"2026-03-27T08:29:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/27\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\/"},"wordCount":567,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/27\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nahakaya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/screen-15.25.3827.03.2026.png","articleSection":["Artikel"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/27\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/27\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\/","url":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/27\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\/","name":"Tradisi Kupatan Trenggalek dan Tulungagung: Sejarah, Maknanya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/27\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/27\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/nahakaya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/screen-15.25.3827.03.2026.png","datePublished":"2026-03-27T08:29:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/#\/schema\/person\/9f7ae0f381f8a2de49ed790766349c4a"},"description":"Kupatan di Trenggalek dan Tulungagung memiliki sejarah panjang dan makna mendalam. Simak asal-usul, tradisi unik, hingga nilai spiritualnya dalam artikel ini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/27\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/27\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/27\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\/#primaryimage","url":"https:\/\/nahakaya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/screen-15.25.3827.03.2026.png","contentUrl":"https:\/\/nahakaya.com\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/screen-15.25.3827.03.2026.png","width":959,"height":544,"caption":"Tradisi kupatan Durenan Trenggalek dengan gunungan ketupat"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/2026\/03\/27\/tradisi-kupatan-trenggalek-tulungagung\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/nahakaya.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tradisi Kupatan di Trenggalek dan Tulungagung: Sejarah, Makna, dan Keunikannya di Tengah ModernisasiPengantar: Kupatan, Tradisi Lebaran Kedua yang Sarat Makna"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/#website","url":"https:\/\/nahakaya.com\/","name":"Nahakaya.com","description":"Berbagi Ilmu dan Tholabul Ilmi Bersama","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/nahakaya.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/nahakaya.com\/#\/schema\/person\/9f7ae0f381f8a2de49ed790766349c4a","name":"Khotibul umam","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ffd6176042507b30017cce36a866fcec0fd69a00759f842b88519952dd06a06?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ffd6176042507b30017cce36a866fcec0fd69a00759f842b88519952dd06a06?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ffd6176042507b30017cce36a866fcec0fd69a00759f842b88519952dd06a06?s=96&d=mm&r=g","caption":"Khotibul umam"},"sameAs":["https:\/\/nahakaya.com"],"url":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/author\/umam\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/645","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=645"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/645\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":647,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/645\/revisions\/647"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/646"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=645"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=645"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nahakaya.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=645"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}