shalat idul fitri berjamaah 1447 h di lapangan penuh khusyukshalat idul fitri berjamaah 1447 h di lapangan penuh khusyuk

KHUTBAH PERTAMA

‎اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لاَ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ. إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin… segala puji hanya milik Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan sehingga kita bisa menuntaskan ibadah Ramadhan dan dipertemukan dengan hari yang penuh kemenangan ini, Idul Fitri 1447 Hijriyah.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.

Baca juga : Malam ke-29 Ramadhan: Kesempatan Terakhir Berburu Lailatul Qadar
Jamaah Idul Fitri yang dimuliakan Allah…
Hari ini bukan hari biasa. Ini adalah hari yang disebut oleh Rasulullah sebagai hari raya bagi orang-orang yang beriman, hari di mana dosa-dosa diampuni, amal diterima, dan jiwa kembali bersih.
Makna Idul Fitri: Kembali ke Fitrah yang Suci
Kata Idul Fitri berasal dari dua kata:
• ‘Id: kembali
• Fitri: fitrah (kesucian)
Artinya, hari ini kita kembali kepada keadaan suci sebagaimana saat kita dilahirkan.
Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ
Artinya : “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci/beragama Islam).”

Namun pertanyaannya:
Apakah kita benar-benar kembali suci, atau hanya sekadar merayakan?
Ramadhan telah melatih kita:
• menahan lapar
• menahan hawa nafsu
• menahan amarah
• menahan lisan
Jika setelah Ramadhan kita masih mudah marah, masih suka menyakiti, masih lalai dalam ibadah, maka kita perlu bertanya:
apakah Ramadhan benar-benar mengubah kita?

اللهُ أَكْبَرُ ٣× لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Jamaah yang dirahmati Allah…
Baca juga : Zakat Fitrah: Pengertian, Hukum, Besaran, dan Waktu Pembayarannya dalam Islam

Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi madrasah kehidupan.
Di dalamnya kita dilatih:
• Sabar saat lapar
• Ikhlas dalam beramal
• Disiplin dalam waktu
• Empati kepada fakir miskin
Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS Albaqoroh : 183)
Tujuan puasa adalah takwa, bukan sekadar lapar dan haus.
Para ulama menyampaikan, tanda keberhasilan Ramadhan bukan saat Ramadhan, tetapi setelah Ramadhan.
Di antaranya:

  1. Ibadahnya tetap terjaga
    Bukan hanya rajin saat Ramadhan, tetapi terus berlanjut setelahnya.
  2. Akhlaknya semakin baik
    Lebih sabar, lebih santun, lebih rendah hati.
  3. Hatinya lebih bersih
    Tidak mudah iri, dengki, atau membenci.
    Allah SWT berfirman:
    قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا • وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
    Artinya “Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (jiwa) itu, “dan sungguh rugi orang yang mengotorinya (menimbun jiwanya dengan maksiat).”

اللهُ أَكْبَرُ ٣× لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Jamaah sholat id rohimakumulloh
Tidak ada Idul Fitri tanpa saling memaafkan.
Berapa banyak hubungan yang rusak karena:
• kesalahpahaman
• ego
• kata-kata yang melukai
Hari ini adalah kesempatan untuk memperbaiki semuanya.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.”
Maka mari kita:
• memaafkan tanpa syarat
• meminta maaf tanpa gengsi
• membuka lembaran baru dengan hati yang tulus
Sering kita mengucapkan:
“Minal ‘aidin wal faizin”
Namun siapa yang benar-benar kembali?
Yang kembali adalah:
• yang meninggalkan dosa
• yang memperbaiki diri
• yang menjaga amal

للهُ أَكْبَرُ ٣× لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Jamaah sholat idul fitri yang berbahagia…
Kesalahan terbesar setelah Ramadhan adalah kembali menjadi pribadi lama.
Padahal Ramadhan adalah titik awal perubahan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus walaupun sedikit.”

Setidaknya ada empat Amal yang Harus Dijaga Setelah Ramadhan

  1. Shalat tepat waktu dan berjamaah
    Ini adalah pondasi utama.
  2. Tilawah Al-Qur’an
    Jangan biarkan Al-Qur’an hanya hidup di bulan Ramadhan.
  3. Sedekah
    Ramadhan melatih kita memberi—jangan berhenti setelahnya.
  4. Menjaga akhlak
    Inilah bukti nyata dari keberhasilan ibadah kita.
    للهُ أَكْبَرُ ٣× لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Jamaah sholat idul fitri yang berbahagia…
Demikianlah Khutbah Idul Fitri kali ini, semoga bisa kita resapi dan kita wujudkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Semoga Allah senantiasa mempertahankan kesucian kita di Hari Raya Idul Fitri seperti bayi yang terlahir kembali. Amin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

Khutbah II

اللهُ اَكْبَرُ (٣×) اللهُ اَكْبَرُ (٤×) اللهُ اَكْبَرُ كبيرًا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذي وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الذى لا نبي بعده أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *