Pelaksanaan visitasi akreditasi di SDN Bandang Laok 2 pada tanggal 8–9 Mei 2026 berlangsung penuh perjuangan. Tidak hanya harus menghadapi kondisi jalan yang rusak menuju lokasi sekolah, tim asesor juga mengalami kendala transportasi sejak sebelum keberangkatan menuju sekolah.
Kondisi akses jalan menuju SDN Bandang Laok 2 tidak jauh berbeda dengan perjalanan menuju SDN Tramok 3 sebelumnya. Jalan yang rusak dan medan yang cukup sulit masih menjadi tantangan utama dalam perjalanan menuju sekolah di wilayah Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan tersebut.
Namun tantangan kali ini tidak berhenti di perjalanan saja. Saat tim asesor hendak berangkat dari hotel menuju lokasi visitasi, kendaraan yang akan digunakan ternyata tidak dapat keluar karena akses jalan tertutup oleh kendaraan tamu lain yang parkir sembarangan.
Situasi tersebut semakin rumit karena pihak hotel tidak memegang kunci kendaraan yang menghalangi jalan. Akibatnya, kendaraan tersebut tidak bisa dipindahkan dan tidak ada solusi cepat yang diberikan oleh pihak hotel kepada tim asesor.
Tim asesor yang terdiri dari Khotibul Umam, M.Pd. dan Muhamad Imadudin, SE, MM. akhirnya mengambil keputusan untuk menggunakan transportasi alternatif berupa taksi online agar tetap dapat melaksanakan tugas visitasi.
Berkali-kali Driver Membatalkan Pesanan
Kendala belum berhenti sampai di situ. Karena lokasi sekolah berada di daerah yang cukup terpencil, pemesanan taksi online juga mengalami kesulitan. Beberapa kali pesanan dibatalkan oleh pengemudi karena jarak tempuh yang cukup jauh dan akses jalan yang sulit.
Setelah mencoba berkali-kali, akhirnya tim asesor berhasil mendapatkan kendaraan meskipun harus mengeluarkan biaya tambahan agar perjalanan dapat tetap dilanjutkan menuju lokasi sekolah.
Akibat berbagai kendala tersebut, tim asesor akhirnya tiba sedikit terlambat di lokasi visitasi. Meski demikian, keterlambatan tersebut tidak mengurangi esensi dan kualitas pelaksanaan visitasi akreditasi yang telah dijadwalkan.
Kedatangan tim asesor tetap disambut hangat oleh kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, serta perwakilan orang tua wali murid. Suasana penuh kekeluargaan dan antusiasme terlihat selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

Visitasi Tetap Berjalan Lancar
Selama dua hari pelaksanaan visitasi, seluruh rangkaian kegiatan tetap berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan meliputi paparan kepala sekolah, pemeriksaan dokumen, wawancara dengan berbagai pihak, hingga observasi langsung terhadap proses pembelajaran di kelas.
Tim asesor juga melakukan peninjauan terhadap budaya sekolah, pengelolaan administrasi, lingkungan belajar, serta keterlibatan masyarakat dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Menurut asesor Khotibul Umam, tantangan dalam perjalanan menjadi bagian dari dinamika tugas di lapangan dan tidak boleh mengurangi profesionalisme pelaksanaan visitasi.
“Kami tetap berupaya menjalankan tugas secara maksimal meskipun menghadapi berbagai kendala perjalanan. Semangat dan sambutan hangat dari pihak sekolah menjadi energi positif selama proses visitasi berlangsung,” ungkapnya.

Potret Tantangan Pendidikan di Daerah
Perjalanan menuju sekolah-sekolah di wilayah terpencil seperti Kecamatan Kokop menunjukkan bahwa dunia pendidikan masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait akses infrastruktur dan transportasi.
Meski demikian, semangat para guru, tenaga kependidikan, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan tetap terlihat sangat kuat. Hal inilah yang menjadi modal penting dalam membangun kualitas pendidikan yang lebih baik di masa mendatang.
Pelaksanaan visitasi akreditasi di SDN Bandang Laok 2 diharapkan dapat menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan sekaligus menjadi perhatian berbagai pihak terhadap pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur pendidikan di daerah.
