Kota Kediri — Hari ketiga Diklat Pengajar Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) Fase C yang dilaksanakan pada 2 Juli 2025 tetap berlangsung penuh semangat. Para peserta yang terdiri dari 45 guru SD dari berbagai sekolah di Kota Kediri, terus antusias menggali wawasan tentang transformasi pembelajaran abad 21.
Pada hari ketiga ini, peserta mempelajari Modul 4: Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial, yang bertujuan membekali guru agar mampu menjelaskan manfaat, tantangan, serta strategi implementasi KA dalam kehidupan sehari-hari maupun pembelajaran di kelas.
Melalui materi ini, peserta diajak untuk:
- Mengenal manfaat KA, seperti penggunaan chatbot, filter wajah media sosial, dan fitur voice over di platform pembelajaran;
- Membedakan peran sebagai pengguna dan pengembang KA;
- Mengidentifikasi pemanfaatan KA di berbagai bidang, seperti pendidikan, hiburan, transportasi, dan kesehatan;
- Mendiskusikan tantangan KA, baik secara teknis, etis, maupun sosial—termasuk isu keamanan data dan konten palsu (deepfake);
- Merancang solusi pembelajaran, seperti membuat mind map dan rancangan presentasi pengenalan KA yang aman untuk anak-anak.

Salah satu diskusi menarik terjadi saat peserta diminta menjawab pertanyaan reflektif: “Mengapa pemanfaatan AI pada anak-anak perlu didampingi orang dewasa?”. Diskusi ini memunculkan kesadaran akan pentingnya etika digital dan perlindungan anak di era teknologi yang terus berkembang.
Kegiatan belajar tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif melalui lembar kerja, kuis interaktif, dan simulasi berbasis studi kasus. Hal ini selaras dengan pendekatan pembelajaran mendalam yang mengedepankan pembelajaran kolaboratif dan kontekstual.
Diklat hari ketiga ini membuktikan bahwa para guru di Kota Kediri siap menjadi agen perubahan, tidak hanya dalam literasi digital, tetapi juga dalam pengintegrasian teknologi kecerdasan artifisial yang bertanggung jawab, etis, dan bermakna bagi pembelajaran masa depan.