Beji, 25 Juli 2025 — Balai Desa Beji kembali menjadi pusat aktivitas warga, kali ini dengan digelarnya rapat koordinasi Koperasi Merah Putih (KMP) Desa Beji pada Jumat malam pukul 19.30 WIB. Rapat dihadiri oleh seluruh pengurus dan pengawas koperasi, membahas sejumlah agenda penting terkait penguatan kelembagaan dan pemantapan arah bisnis koperasi.

Empat topik utama menjadi sorotan dalam rapat ini:

  1. NIB (Nomor Induk Berusaha): masih dalam proses pengurusan.
  2. NPWP: telah selesai dibuat.
  3. Stempel koperasi: belum tersedia.
  4. Rancangan bisnis koperasi: mulai dirancang untuk pengembangan usaha ke depan.

Rapat juga menindaklanjuti hasil pengukuhan oleh Bupati Tulungagung, dengan pemaparan beberapa peluang kerja sama lintas sektor:

  • HIMBARA (BRI dan BNI) belum memiliki juknis teknis untuk kerja sama koperasi, tetapi bisa mendukung pembukaan agen BRI Link atau BNI-46 oleh KMP.
  • BULOG membuka peluang bagi koperasi untuk menjadi penyalur atau pemasok bahan pokok seperti beras dan minyak goreng.
  • Dinas Pertanian memberi ruang bagi KMP untuk menjadi penyalur atau kios pupuk.
  • Dinas Perekonomian mengarahkan koperasi bisa menjadi agen atau pengecer gas elpiji.

Salah satu sorotan penting dalam rapat ini adalah peluang KMP menjadi mitra dalam program MBG (Makanan Bergizi Gratis). Saat ini masih terdapat tiga titik yang tersedia di Kecamatan Boyolangu untuk pengajuan kemitraan. KMP didorong segera melengkapi syarat agar dapat berpartisipasi sebagai mitra penyedia bahan makanan bergizi dalam program ini.

Pak Fauzi, salah satu pengurus, menyampaikan beberapa poin strategis:

  • Kantor sekretariat koperasi sementara berlokasi di rumah Bapak Khotib.
  • Sumber permodalan dan sistem jaminan sedang dikaji.
  • Pembuatan NIB akan difasilitasi oleh Pak Fauzi.
  • Fokus program Mitra MBG sebaiknya pada penyediaan bahan makanan, bukan pengolahan.
  • Bahan pokok yang paling dibutuhkan warga seperti elpiji diutamakan untuk dikerjasamakan.
  • Koperasi akan mendaftar sebagai PKP agar dapat mengeluarkan faktur untuk keperluan bisnis, seperti penjualan material.

Meski jumlah agen gas elpiji di wilayah sekitar sudah mendekati batas maksimal, belum ada regulasi resmi yang membatasi, membuka ruang manuver bagi koperasi.

Rapat ditutup dengan optimisme dan kesepakatan untuk terus memantau regulasi pemerintah (wait and see), sambil menyusun perencanaan yang matang dan realistis.

Dengan semangat gotong royong dan visi ekonomi kerakyatan, Koperasi Merah Putih Desa Beji siap menjadi mitra strategis pembangunan desa yang berdaya dan berdikari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *