Abstrak
Pemilihan media pembelajaran merupakan bagian penting dalam desain pembelajaran karena media berfungsi sebagai perantara penyampaian pesan yang menghubungkan tujuan pembelajaran dengan pengalaman belajar peserta didik. Perkembangan teknologi digital telah memperluas pilihan media pembelajaran, tetapi banyaknya pilihan tersebut sekaligus menimbulkan persoalan: media dapat dipilih berdasarkan popularitas teknologi, bukan berdasarkan kesesuaian pedagogis. Artikel ini bertujuan menganalisis landasan dan prinsip pemilihan media pembelajaran serta merumuskan kerangka konseptual yang dapat digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan integratif. Sumber data terdiri atas artikel jurnal, buku akademik, dan publikasi ilmiah yang relevan, terutama publikasi 2021–2026, yang dianalisis melalui identifikasi, reduksi, kategorisasi, sintesis, dan interpretasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemilihan media perlu didasarkan pada lima landasan yang saling melengkapi, yaitu filosofis, psikologis, pedagogis, teknologis, dan empiris. Pada tingkat praktis terdapat sepuluh prinsip utama: kesesuaian dengan tujuan, materi, karakteristik peserta didik, aktivitas pembelajaran, efektivitas, efisiensi, ketersediaan, kemudahan penggunaan, kualitas teknis, serta keamanan dan etika. Dalam konteks PAI, pemilihan media juga perlu memperhatikan karakter materi keagamaan dan capaian pengetahuan, sikap, nilai, serta keterampilan. Artikel ini menawarkan kerangka konseptual pemilihan media berbasis keselarasan antara tujuan, peserta didik, materi, aktivitas, konteks sumber daya, dan asesmen. Kerangka tersebut menegaskan bahwa media yang paling tepat bukan selalu media yang paling canggih, melainkan media yang paling relevan dalam membantu peserta didik mencapai capaian pembelajaran.
Kata kunci: media pembelajaran; Pendidikan Agama Islam; pemilihan media; prinsip pembelajaran; teknologi pendidikan.
Abstract
Instructional media selection is an important component of instructional design because media function as intermediaries that connect learning objectives with learners’ experiences. The rapid development of digital technology has expanded the range of instructional media, but it has also created a challenge: media may be selected because of technological popularity rather than pedagogical suitability. This article aims to analyze the foundations and principles of instructional media selection and formulate a conceptual framework applicable to Islamic Religious Education (PAI). The study employed a qualitative approach using an integrative literature review. Sources included relevant journal articles, academic books, and scholarly publications, particularly those published between 2021 and 2026. Data were analyzed through identification, reduction, categorization, synthesis, and interpretation. The findings indicate five complementary foundations: philosophical, psychological, pedagogical, technological, and empirical. Ten practical principles are identified: alignment with learning objectives, content, learner characteristics, learning activities, effectiveness, efficiency, availability, ease of use, technical quality, and safety and ethics. In PAI, media selection should also consider the characteristics of religious content and the development of knowledge, attitudes, values, and skills. This article proposes a conceptual framework based on alignment among objectives, learners, content, activities, contextual resources, and assessment. The framework emphasizes that the most appropriate media are not necessarily the most technologically advanced, but those that best support learning outcomes.
Keywords: instructional media; Islamic Religious Education; media selection; learning principles; educational technology.
1. Pendahuluan
Media pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam proses pembelajaran karena berfungsi sebagai perantara dalam penyampaian pesan pembelajaran. Perkembangan pendidikan kontemporer memperluas pilihan media, mulai dari buku, gambar, benda konkret, poster, dan papan tulis hingga video, presentasi digital, learning management system, media sosial, simulasi, dan aplikasi interaktif. Perluasan pilihan tersebut memberikan peluang bagi pendidik untuk merancang pengalaman belajar yang beragam, tetapi sekaligus menuntut kemampuan pedagogis dalam memilih media secara tepat.
Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), persoalan pemilihan media memiliki karakteristik tersendiri. Materi PAI tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan deklaratif, tetapi juga nilai, sikap, pembentukan karakter, pemahaman teks keagamaan, dan keterampilan praktik ibadah. Oleh sebab itu, media perlu disesuaikan dengan karakter capaian yang hendak dibangun. Kajian tentang media digital dalam PAI menunjukkan bahwa teknologi dapat mendukung interaktivitas, aksesibilitas, dan keterlibatan peserta didik, tetapi efektivitasnya tetap bergantung pada strategi dan konteks penggunaannya (Susanti et al., 2024; Rohmatun et al., 2024).
Persoalan penting yang muncul adalah kecenderungan memilih media berdasarkan kecanggihan teknologi. Padahal, kajian mutakhir menunjukkan bahwa pemilihan media perlu mempertimbangkan tujuan pembelajaran, karakteristik materi, karakteristik peserta didik, kompetensi pendidik, serta ketersediaan sumber daya (Ananda & Hayati, 2026; Alvian et al., 2026).
Dari perspektif teori multimedia, penggunaan lebih dari satu representasi dapat mendukung pembelajaran bermakna apabila dirancang sesuai cara kerja sistem kognitif manusia. Mayer (2021) menjelaskan adanya saluran visual/piktorial dan auditori/verbal yang memiliki kapasitas terbatas, sehingga desain media perlu menghindari informasi yang tidak relevan dan membantu peserta didik memusatkan perhatian pada informasi penting.
Artikel ini membahas tiga pertanyaan: (1) apa saja landasan pemilihan media pembelajaran PAI; (2) apa saja prinsip pemilihan media; dan (3) bagaimana kerangka konseptual pemilihan media yang dapat diterapkan secara sistematis dalam pembelajaran PAI?
1.1 Research Gap dan Posisi Kajian
Kajian 2021–2026 memperlihatkan bahwa penelitian media pembelajaran PAI berkembang pada beberapa arus utama. Pertama, penelitian mengkaji pemanfaatan platform digital tertentu, seperti WhatsApp, Zoom, Google Classroom, TikTok, YouTube, dan media sosial lain. Kedua, penelitian mengembangkan atau menguji media tertentu, misalnya video animasi, flash card, flipbook, Canva, Wordwall, dan multimedia interaktif. Ketiga, sebagian kajian membahas prinsip atau teknik pemilihan media secara umum. Keempat, kajian terbaru mulai mengarah pada model pemilihan media berbasis tujuan dan karakteristik materi. Pola tersebut menunjukkan kemajuan, tetapi literaturnya masih cenderung terfragmentasi antara pertanyaan “media apa yang digunakan” dan “seberapa efektif media tertentu”, sementara keputusan “mengapa media tersebut dipilih dalam konteks PAI tertentu” belum selalu dibahas secara integratif.
Research gap artikel ini terletak pada kebutuhan untuk mengintegrasikan dimensi keputusan pemilihan media PAI ke dalam satu kerangka yang menghubungkan landasan filosofis, psikologis, pedagogis, teknologis, dan empiris dengan enam variabel keputusan: tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, karakteristik materi, aktivitas pembelajaran, konteks/sumber daya, dan asesmen. Kajian digital media PAI 2024 memetakan penggunaan TikTok, YouTube, WhatsApp, Facebook, dan Instagram berdasarkan 36 artikel, tetapi juga mengakui keterbatasan sumber pada literatur daring dan menyarankan penelitian lapangan. citeturn0search0 Kajian 2024 tentang jenis dan teknik pemilihan media PAI telah menyebut tujuan, karakteristik siswa, dan aspek pedagogis, tetapi masih berbentuk pembahasan teknik pemilihan. citeturn2search0 Sementara itu, model pemilihan media berbasis TIK tahun 2026 menekankan karakteristik materi dan tujuan pembelajaran, sehingga masih terbuka ruang untuk memperluas model dengan dimensi nilai PAI, aktivitas, konteks sumber daya, asesmen, serta landasan filosofis dan empiris. citeturn1search12
Dengan demikian, artikel ini tidak diarahkan untuk menambah daftar jenis media baru. Kontribusi yang ditawarkan adalah sintesis kerangka keputusan pemilihan media PAI yang menempatkan teknologi sebagai salah satu alternatif, bukan sebagai titik awal keputusan. Novelty konseptualnya dirumuskan dalam tiga unsur: (1) integrasi lima landasan pemilihan media; (2) penyelarasan enam faktor keputusan dengan media dan asesmen; dan (3) penambahan dimensi keamanan, etika, serta kesesuaian nilai keislaman sebagai bagian dari kriteria pemilihan media. Kerangka ini bersifat konseptual dan perlu divalidasi melalui penelitian empiris.
1.2 Tabel Penelitian Terdahulu dan Research Gap
| No. | Peneliti (Tahun) | Fokus | Temuan utama | Gap terhadap kajian |
| 1 | Khumaidah & Nu’man (2021) | Inovasi media PAI pandemi | WhatsApp, Zoom, Google Classroom, web digunakan sebagai media online PAI. | Belum membangun kerangka pemilihan lintas konteks. |
| 2 | Putri & Astutik (2021) | TikTok sebagai media PAI Gen-Z | TikTok dapat menyampaikan materi PAI melalui teks, suara, dan role play. | Fokus satu platform dan konteks Gen-Z. |
| 3 | Bulhayat et al. (2021) | Media PAI model ADDIE | ADDIE digunakan untuk desain dan pengembangan media PAI. | Fokus pengembangan, bukan keputusan pemilihan. |
| 4 | Jasmawati (2021) | Media lingkungan dan online | Keduanya mendukung implementasi pembelajaran PAI. | Menguji media tertentu, belum sintesis kriteria. |
| 5 | Rahman & Fakhruddin (2021) | Video YouTube PAI | Video YouTube dirancang sebagai media pembelajaran PAI. | Fokus satu format media. |
| 6 | Zahwa & Syafi’i (2022) | Pemilihan media berbasis TI | Menekankan pemilihan/pengembangan media berbasis teknologi informasi. | Belum mengintegrasikan landasan PAI dan asesmen. |
| 7 | Irwan et al. (2022) | SAW/TOPSIS pemilihan media online | Pendekatan multi-kriteria digunakan untuk memilih media online. | Konteks pandemi; bukan khusus PAI. |
| 8 | Komalasari et al. (2022) | Video animasi Islami | Video animasi meningkatkan pengetahuan keislaman siswa SD. | Fokus media dan tujuan spesifik. |
| 9 | Rodiya et al. (2022) | ICT dalam pembelajaran PAI | E-learning, blended learning, multimedia, audiovisual dan konferensi video dapat digunakan. | Belum menjadi kerangka keputusan. |
| 10 | Hasmiza & Humaidi (2023) | YouTube dalam PAI | YouTube dinilai efektif dan memberi respons belajar yang baik. | Fokus satu platform. |
| 11 | Silalahi et al. (2023) | Flash card syariah | Produk flash card dinilai valid/layak untuk pembelajaran keuangan syariah. | Fokus pengembangan produk. |
| 12 | Susanti et al. (2024) | Inovasi media digital PAI | Memetakan TikTok, YouTube, WhatsApp, Facebook, Instagram dari 36 artikel. | Belum merumuskan mekanisme pemilihan integratif. |
| 13 | Kafa (2024) | Jenis dan teknik pemilihan media PAI | Mempertimbangkan tujuan, karakteristik siswa, dan aspek pedagogis. | Belum mengintegrasikan lima landasan dan asesmen. |
| 14 | Dina et al. (2025) | Prinsip/kriteria pemilihan media | Mengidentifikasi prinsip dan kriteria pemilihan media secara umum. | Belum spesifik pada karakter PAI dan nilai. |
| 15 | Budi Rahrajo & Asih (2026) | Model pemilihan media TIK | Model konseptual berbasis karakteristik materi dan tujuan pembelajaran. | Masih dapat diperluas dengan nilai PAI, aktivitas, sumber daya, asesmen, etika. |
2. Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan integratif. Metode ini dipilih karena tujuan penelitian adalah mengidentifikasi, membandingkan, dan mensintesis gagasan mengenai landasan serta prinsip pemilihan media pembelajaran, khususnya dalam konteks PAI.
Sumber data berupa artikel jurnal, buku akademik, dan publikasi ilmiah yang relevan. Penelusuran difokuskan pada literatur 2021–2026 untuk menangkap perkembangan mutakhir, dengan tetap menggunakan karya teoretis fundamental sebagai landasan konseptual. Literatur dipilih berdasarkan relevansinya dengan pemilihan media, kesesuaian media dengan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, karakteristik materi, multimedia learning, teknologi pendidikan, dan pembelajaran PAI.
Analisis dilakukan melalui lima tahap: identifikasi literatur; reduksi informasi; kategorisasi berdasarkan landasan dan prinsip; sintesis antarkonsep; dan interpretasi untuk merumuskan kerangka konseptual. Karena artikel ini merupakan studi kepustakaan, temuan yang disajikan merupakan sintesis konseptual dan bukan klaim efektivitas kausal suatu media tertentu.
3. Hasil dan Pembahasan
3.1 Hakikat Pemilihan Media Pembelajaran
Pemilihan media pembelajaran pada dasarnya merupakan proses pengambilan keputusan pedagogis. Media tidak diposisikan sebagai tujuan, melainkan sebagai sarana untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. Kajian tentang pemilihan media menunjukkan bahwa kesesuaian media dengan tujuan dan karakteristik materi merupakan pertimbangan yang lebih mendasar daripada sekadar tingkat kecanggihan teknologi (Zahwa & Syafi’i, 2022; Ananda & Hayati, 2026).
Dengan perspektif tersebut, pertanyaan pemilihan media seharusnya dimulai dari capaian yang hendak dibangun: apa yang harus diketahui, dipahami, dilakukan, atau dihayati peserta didik? Setelah itu pendidik menganalisis karakter materi, karakter peserta didik, aktivitas belajar, lingkungan, dan asesmen. Media dipilih setelah kebutuhan tersebut dipetakan.
3.2 Landasan Filosofis
Landasan filosofis berhubungan dengan pandangan tentang hakikat pendidikan, manusia, pengetahuan, dan tujuan pembelajaran. Dalam pendidikan Islam, pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan informasi, tetapi diarahkan pada pembentukan manusia yang memiliki pengetahuan, nilai, sikap, dan kemampuan mengamalkan ajaran. Oleh karena itu, media perlu dipahami sebagai bagian dari proses pendidikan yang membantu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna.
3.3 Landasan Psikologis
Landasan psikologis berangkat dari cara peserta didik menerima, mengolah, menyimpan, dan menggunakan informasi. Teori kognitif pembelajaran multimedia menjelaskan adanya saluran visual/piktorial dan auditori/verbal, keterbatasan kapasitas pemrosesan, serta pentingnya pemrosesan aktif (Mayer, 2021). Prinsip coherence, signaling, redundancy, spatial contiguity, dan temporal contiguity juga menunjukkan bahwa kualitas media tidak ditentukan oleh banyaknya elemen yang ditampilkan. Informasi yang tidak relevan dapat menambah beban kognitif, sedangkan penandaan dapat membantu memusatkan perhatian (Fiorella & Mayer, 2021).
3.4 Landasan Pedagogis
Landasan pedagogis menempatkan media sebagai bagian dari keseluruhan desain pembelajaran. Media harus memiliki hubungan yang jelas dengan tujuan, materi, metode, aktivitas belajar, dan asesmen. Kajian mengenai pemilihan media PAI menekankan pentingnya tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, karakteristik materi, dan pertimbangan pedagogis (Kafa, 2024; Widodo, 2024).
3.5 Landasan Teknologis
Landasan teknologis berkaitan dengan pemanfaatan perangkat, platform, dan sumber daya teknologi yang tersedia. Perkembangan media digital memberikan banyak pilihan kepada pendidik PAI, termasuk video, media sosial, LMS, multimedia interaktif, dan aplikasi. Namun, ketersediaan teknologi harus dibedakan dari kelayakan teknologi. Media dapat tersedia secara teknis tetapi tidak layak karena keterbatasan koneksi, perangkat, waktu, atau kompetensi digital (Lee et al., 2023).
3.6 Landasan Empiris
Landasan empiris mengacu pada pengalaman dan bukti mengenai penggunaan media dalam konteks nyata. Pemilihan media perlu mempertimbangkan hasil evaluasi sebelumnya, pengalaman guru, respons peserta didik, ketercapaian tujuan, serta kendala implementasi. Kajian PAI menunjukkan bahwa media audiovisual dan media berbasis teknologi dapat mendukung motivasi dan hasil belajar, tetapi penggunaannya tetap membutuhkan strategi yang tepat (Rohmatun et al., 2024).
3.7 Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran
1. Kesesuaian dengan tujuan
Media harus secara langsung mendukung kompetensi yang hendak dicapai.
2. Kesesuaian dengan materi
Media harus sesuai dengan karakter materi, misalnya konsep, prosedur, fakta, sejarah, nilai, atau keterampilan.
3. Kesesuaian dengan peserta didik
Usia, pengetahuan awal, kemampuan literasi, kemampuan digital, kebutuhan belajar, dan kondisi sosial perlu diperhatikan.
4. Kesesuaian dengan aktivitas
Media harus mendukung aktivitas peserta didik, bukan hanya aktivitas guru.
5. Efektivitas
Media dipilih karena memberi kontribusi terhadap pencapaian tujuan, bukan hanya karena menarik.
6. Efisiensi
Penggunaan media harus sepadan dengan waktu, biaya, tenaga, dan sumber daya.
7. Ketersediaan dan aksesibilitas
Perangkat, koneksi, ruang belajar, dan kemampuan akses peserta didik harus dipertimbangkan.
8. Kemudahan dan fleksibilitas
Media perlu realistis digunakan dan dapat disesuaikan dengan situasi pembelajaran.
9. Kualitas teknis dan desain kognitif
Teks harus terbaca, audio jelas, visual relevan, dan tampilan tidak dipenuhi informasi yang tidak diperlukan.
10. Keamanan, etika, dan integritas akademik
Media harus memperhatikan hak cipta, privasi, keamanan data, kredibilitas sumber, kesesuaian konten, dan nilai pendidikan Islam.
Gambar 1. Kerangka Konseptual Pemilihan Media Pembelajaran PAI

Sumber: sintesis penulis berdasarkan literatur 2021–2026.
Gambar 1 memperlihatkan posisi media sebagai hasil keputusan yang dibentuk oleh dua kelompok pertimbangan. Kelompok pertama adalah landasan teoretis—filosofis, psikologis, pedagogis, teknologis, dan empiris. Kelompok kedua adalah faktor keputusan praktis—tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, karakteristik materi, aktivitas pembelajaran, konteks dan sumber daya, serta asesmen. Kedua kelompok pertimbangan tersebut mengarah pada pemilihan media yang tepat dan kontekstual. Selanjutnya, bukti capaian digunakan untuk melakukan refleksi dan perbaikan sehingga pemilihan media menjadi siklus peningkatan berkelanjutan.
Kerangka ini memperluas pendekatan pemilihan media dari model linear “tujuan → media” menjadi model keselarasan yang bersifat sistemik. Tujuan pembelajaran tetap menjadi titik awal, tetapi keputusan tidak dapat dilepaskan dari siapa yang belajar, apa yang dipelajari, bagaimana aktivitas berlangsung, sumber daya apa yang tersedia, dan bukti capaian apa yang harus dihasilkan. Dalam PAI, keputusan tersebut juga disaring melalui landasan filosofis dan etis agar media tidak hanya efektif secara teknis, tetapi relevan dengan tujuan pendidikan Islam.
3.8 Kerangka Konseptual Pemilihan Media PAI
Berdasarkan sintesis literatur, artikel ini merumuskan kerangka pemilihan media PAI yang terdiri atas enam komponen: tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, karakteristik materi, aktivitas pembelajaran, konteks sumber daya, dan asesmen. Keenam komponen tersebut membentuk hubungan yang saling memengaruhi.
Tujuan menjadi titik awal karena media harus membantu pencapaian kompetensi. Karakteristik peserta didik menentukan tingkat kompleksitas, bahasa, format, dan aksesibilitas. Karakter materi menentukan bentuk representasi yang diperlukan. Aktivitas menentukan bagaimana media digunakan. Konteks sumber daya menentukan kelayakan implementasi. Asesmen menjadi alat untuk memeriksa apakah penggunaan media menghasilkan bukti capaian.
Kerangka sederhana dapat dirumuskan: TUJUAN + PESERTA DIDIK + MATERI + AKTIVITAS + KONTEKS → PILIHAN MEDIA → ASESMEN → REFLEKSI DAN PERBAIKAN. Kerangka ini sejalan dengan kajian terbaru yang menempatkan tujuan, materi, karakteristik peserta didik, dan sumber daya sebagai dasar pengambilan keputusan media (Ananda & Hayati, 2026; Budi Rahrajo & Asih, 2026).
| Komponen | Pertanyaan Kunci | Implikasi | Contoh PAI |
| Tujuan | Peserta didik harus mampu apa? | Pilih media yang mendukung capaian | Mempraktikkan salat |
| Peserta didik | Siapa yang belajar? | Sesuaikan bahasa, kompleksitas, akses | Siswa SD/MI |
| Materi | Apa karakter materinya? | Pilih representasi yang tepat | Prosedur wudu |
| Aktivitas | Bagaimana peserta didik belajar? | Media mendukung interaksi/praktik | Simulasi dan diskusi |
| Konteks | Apa fasilitas yang tersedia? | Pastikan media realistis | Video offline |
| Asesmen | Bukti capaian apa? | Hubungkan media dengan asesmen | Rubrik praktik |
3.9 Implikasi bagi Pembelajaran PAI
Pertama, guru PAI perlu mengubah orientasi dari technology-driven selection menjadi pedagogy-driven selection. Teknologi dipertimbangkan setelah kebutuhan pembelajaran dirumuskan. Kedua, guru perlu memiliki literasi media agar mampu menilai kualitas konten, desain, aksesibilitas, dan etika. Ketiga, pemilihan media perlu menjadi proses siklus: memilih, menggunakan, mengevaluasi, dan memperbaiki.
Kajian penggunaan media PAI berbasis TIK menunjukkan bahwa laptop, speaker, Google Classroom, PowerPoint, gambar, dan video dapat membantu penyampaian materi serta menarik perhatian peserta didik, tetapi sarana, waktu, guru, dan peserta didik tetap menjadi faktor yang memengaruhi implementasi (Yana & Zulkifli, 2024).
Dalam PAI, media juga membawa dimensi nilai. Karena itu pendidik perlu memastikan bahwa bahasa, gambar, sumber informasi, dan cara penyajian media mendukung pembentukan karakter dan tidak bertentangan dengan tujuan pendidikan Islam.
3.10 Kontribusi Konseptual dan Keterbatasan
Sejumlah kajian telah membahas prinsip pemilihan media, penggunaan media digital PAI, dan pemanfaatan teknologi. Kajian 2024 tentang teknik pemilihan media PAI menekankan tujuan, karakteristik peserta didik, dan aspek pedagogis, sedangkan kajian media digital PAI menunjukkan beragam penggunaan platform digital dalam pembelajaran (Kafa, 2024; Susanti et al., 2024).
Kontribusi konseptual artikel ini terletak pada integrasi lima landasan—filosofis, psikologis, pedagogis, teknologis, dan empiris—ke dalam alur keputusan yang menghubungkan tujuan, peserta didik, materi, aktivitas, konteks sumber daya, media, dan asesmen. Kerangka ini menempatkan teknologi sebagai salah satu pilihan, bukan sebagai pusat keputusan.
Keterbatasan artikel ini adalah sifatnya yang konseptual. Kerangka yang dihasilkan belum divalidasi melalui penelitian lapangan. Penelitian selanjutnya perlu menguji keterterapan kerangka pada berbagai jenjang dan kondisi satuan pendidikan serta mengembangkan instrumen untuk menilai kualitas keputusan pemilihan media.
Secara khusus, novelty artikel ini terletak pada sintesis kerangka pemilihan media PAI yang menggabungkan lima landasan teoretis dengan enam faktor keputusan praktis dan menghubungkannya secara eksplisit dengan asesmen serta refleksi perbaikan. Kerangka tersebut dapat digunakan sebagai dasar pengembangan instrumen penilaian pemilihan media pada penelitian berikutnya.
4. Kesimpulan
Pemilihan media pembelajaran merupakan keputusan pedagogis yang harus didasarkan pada kebutuhan pembelajaran, bukan semata-mata perkembangan teknologi. Dalam pembelajaran PAI terdapat lima landasan penting, yaitu filosofis, psikologis, pedagogis, teknologis, dan empiris. Kelima landasan tersebut membantu pendidik memahami bahwa media merupakan bagian dari sistem pembelajaran yang harus selaras dengan tujuan pendidikan dan karakter peserta didik.
Pada tingkat praktis, pemilihan media perlu mempertimbangkan kesesuaian dengan tujuan, materi, peserta didik, aktivitas, efektivitas, efisiensi, ketersediaan, kemudahan penggunaan, kualitas teknis, serta keamanan dan etika. Kerangka konseptual yang ditawarkan menghubungkan tujuan, peserta didik, materi, aktivitas, konteks sumber daya, media, dan asesmen. Kerangka tersebut dapat menjadi pedoman awal bagi pendidik PAI dalam memilih media secara sistematis dan kontekstual.
Penelitian berikutnya disarankan menguji kerangka tersebut melalui penelitian lapangan, penelitian pengembangan, atau eksperimen serta mengembangkan instrumen penilaian pemilihan media.
Daftar Pustaka
Alvian, R., Febrianto, S., & Faishol, R. (2026). Strategi pemilihan media pembelajaran berdasarkan analisis karakteristik peserta didik dan tujuan pembelajaran. Az-Zaida: Jurnal Ilmu Multidisiplin.
Ananda, R., & Hayati, M. (2026). Media pembelajaran tepat sasaran: Tinjauan prinsip dan langkah berbasis analisis peserta didik, tujuan, dan materi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 10(2), 13799–13805. https://doi.org/10.31004/jptam.v10i2.39552
Budi Rahrajo, B., & Asih, L. K. (2026). Model pemilihan media pembelajaran berbasis TIK berdasarkan karakteristik materi dan tujuan pembelajaran. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(3). https://doi.org/10.23969/jp.v11i03.58952
Çeken, B., & Taşkın, N. (2022). Multimedia learning principles in different learning environments: A systematic review. Smart Learning Environments, 9, 19. https://doi.org/10.1186/s40561-022-00200-2
Fiorella, L., & Mayer, R. E. (2021). Principles for reducing extraneous processing in multimedia learning. In R. E. Mayer & L. Fiorella (Eds.), The Cambridge handbook of multimedia learning (3rd ed.). Cambridge University Press.
Kafa, C. (2024). Media pembelajaran: Jenis dan teknik pemilihan dalam pembelajaran PAI. JURNAL PAI: Jurnal Kajian Pendidikan Agama Islam, 3(2), 89–102. https://doi.org/10.33507/pai.v3i2.1493
Lee, J., Choi, H., Davis, R. O., & Henning, M. A. (2023). Instructional media selection principles for online medical education and emerging models for the new normal. Medical Teacher, 45(6), 633–641. https://doi.org/10.1080/0142159X.2022.2151884
Mayer, R. E. (2021). Multimedia learning (3rd ed.). Cambridge University Press.
Rohmatun, S., Nasor, M., & Sari, N. A. P. (2024). Penggunaan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis teknologi. UNISAN JURNAL, 3(2), 297–308.
Susanti, S. S., Nursafitri, L., Hamzah, I., Zunarti, R., Darmanto, Fitriyah, Asy’arie, B. F., & As’ad, M. S. (2024). Innovative digital media in Islamic Religious Education learning. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 21(1), 40–59. https://doi.org/10.14421/jpai.v21i1.7553
Widodo, W. (2024). Strategies for using learning media in Islamic Religious Education subjects. JTP – Jurnal Teknologi Pendidikan, 26(1), 121–130. https://doi.org/10.21009/jtp.v26i1.42601
Yana, E., & Zulkifli, M. (2024). Penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Banjarbaru. Tarbiyah Darussalam, 8(2). https://doi.org/10.58791/tdbff333
Zahwa, F. A., & Syafi’i, I. (2022). Pemilihan pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi informasi. Equilibrium: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Ekonomi, 19(1), 61–78. https://doi.org/10.25134/equi.v19i01.3963