Kediri, 8 Juli 2025 — Memasuki hari kedua, 19 guru TIK tingkat SMP se-Kota Kediri yang sedang mengikuti Diklat Pengajar Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) semakin serius mendalami kemampuan berpikir komputasional dan literasi digital.
Bertempat di SMP Negeri 1 Kediri, para peserta yang telah dibagi menjadi empat kelompok aktif terlibat dalam diskusi mendalam, praktik, dan presentasi hasil kerja kelompok. Materi yang dipelajari mengacu pada Modul 2: Literasi Algoritma dan Konten Digital, yang dirilis resmi oleh Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pendekatan pembelajaran pada hari kedua ini sengaja dirancang dengan metode pembelajaran mendalam (deep learning), di mana peserta bukan hanya menerima teori tetapi juga diajak langsung mempraktikkan pengelolaan data, penyusunan algoritma, hingga produksi konten digital.

“Berpikir komputasional bukan sekadar teori coding, tetapi kemampuan mendekati masalah dengan logika, dekomposisi, abstraksi, pengenalan pola, sampai penyusunan algoritma yang terstruktur. Semua ini dikaitkan langsung dengan literasi digital dan produksi konten digital yang etis dan relevan,” terang fasilitator, Khotibul Umam, di sela kegiatan.
Selain diskusi di masing-masing kelompok, peserta juga mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelompok lain, sehingga terjadi tukar gagasan, saran, hingga refleksi. Berbagai praktik dilakukan mulai dari mengolah data menggunakan spreadsheet, menyusun peta konsep, hingga memproduksi video pendek untuk disebarluaskan di media digital.

Menurut fasilitator lainnya, Meisanti, materi hari kedua ini menjadi bekal penting agar para guru tidak hanya mengajarkan coding secara teknis, tetapi juga membentuk pola pikir analitis, kreatif, dan bertanggung jawab dalam era digital.
“Guru yang literat digital akan mampu mendidik siswa agar tak hanya jadi pengguna teknologi, tapi juga kreator konten yang bijak dan inovatif,” ujarnya.
Diklat Pengajar Koding dan Kecerdasan Artifisial yang diikuti 19 guru SMP ini akan berlangsung hingga lima hari ke depan. Setiap hari para peserta akan mengeksplorasi modul yang berbeda, dengan pembelajaran yang kolaboratif dan aplikatif.
Dengan semakin intensifnya penguatan kompetensi guru di bidang teknologi, diharapkan pendidikan di Kota Kediri dapat melahirkan generasi yang adaptif, siap menghadapi tantangan revolusi digital, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk kemajuan bersama.