Kediri, 7 Juli 2025 — Sebanyak 19 guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tingkat SMP se-Kota Kediri mengikuti Program Diklat Pengajar Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) yang resmi dibuka pada Senin (7/7) di SMP Negeri 1 Kediri.

Diklat yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan dan Pelatihan Roudlotut Tholibin Tulungagung ini bertujuan membekali para pendidik dengan keterampilan dasar mengajar koding dan AI di jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Pada hari pertama, para peserta dibagi menjadi empat kelompok kerja dengan anggota 4–5 orang per kelompok. Mereka mendapatkan bimbingan teknis penggunaan Learning Management System (LMS) sebagai media pembelajaran daring. Selain itu, para peserta juga menjalani tes awal untuk memetakan kemampuan dasar sebelum mendalami materi.

Modul pertama yang diberikan adalah Pengantar Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial, yang membahas urgensi pembelajaran koding dan AI, peta pembelajaran Informatika, konsep dasar berpikir komputasional, hingga pengenalan Generative AI seperti ChatGPT.

Kegiatan pembelajaran dimulai setiap hari pukul 08.00 hingga 15.15 WIB, dan akan berlangsung selama lima hari ke depan bersama fasilitator Khotibul Umam dan Meisanti. Metode yang digunakan bersifat interaktif, memadukan ceramah, diskusi, praktik langsung, hingga refleksi kelompok.

“Melalui diklat ini kami berharap para guru dapat menjadi pionir dalam mengenalkan coding dan AI kepada siswa, agar generasi muda mampu beradaptasi dengan cepat di era teknologi yang terus berkembang,” ujar salah satu fasilitator, Khotibul Umam.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru dapat mengimplementasikan materi koding dan AI ke dalam mata pelajaran Informatika, sehingga mendorong lahirnya peserta didik yang kreatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan revolusi industri 4.0.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *