Tulungagung – Sebuah kebanggaan besar kembali diraih oleh Yayasan Roudlotut Tholibin, setelah sembilan perwakilan dari Tulungagung dan Kota Kediri resmi terpilih sebagai Instruktur Nasional dalam program Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) tahun 2025. Program ini merupakan inisiatif dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.
Penetapan ini sekaligus menegaskan peran strategis Yayasan Roudlotut Tholibin sebagai pelopor koding dan kecerdasan buatan (AI) di wilayah Tulungagung dan sekitarnya, khususnya untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Para Instruktur Terpilih dari Wilayah Jawa Timur:
- Ikcho Nabilia Eka Putri, S.Pd. – Kabupaten Tulungagung
- Wilujeng Jatiningsih, S.Kom., M.T. – Kabupaten Tulungagung
- Mochamad Ismanu Roziqi, S.Pd., M.Kom. – Kabupaten Tulungagung
- Muhammad Alifi Ferdiansyah, S.Pd. – Kabupaten Tulungagung
- Fetri Sukisworo, S.Kom., M.Pd. – Kota Kediri
- Ary Sunaryo, S.T., M.Pd. – Kota Kediri
- Mei Santi, M.Sy. – Kota Kediri
- Khotibul Umam, M.Pd. – Kota Kediri
Membawa Misi Literasi Digital dan Teknologi untuk Guru
Program pelatihan ini bertujuan untuk mencetak guru-guru tangguh yang melek teknologi digital, serta mampu mengimplementasikan koding dan AI di lingkungan pembelajaran. Para instruktur ini akan berperan penting dalam mendampingi ribuan guru dari jenjang SD hingga SMA/SMK di wilayah Jawa Timur.
Ketua Yayasan Roudlotut Tholibin menyampaikan apresiasi atas capaian luar biasa ini.
“Ini bukan hanya pencapaian personal, tetapi juga kemenangan untuk dunia pendidikan daerah. Kami bangga karena Tulungagung dan Kediri mampu bersaing di kancah nasional dalam bidang teknologi pendidikan,” ungkapnya.
Konsistensi dalam Membangun Inovasi Pendidikan
Sebagai lembaga yang telah lama berkecimpung dalam pengembangan pendidikan karakter dan teknologi, Yayasan Roudlotut Tholibin terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap revolusi industri 4.0 dan society 5.0.
Melalui pelatihan ini, para instruktur akan menjadi ujung tombak dalam menyebarluaskan pemahaman tentang coding dan kecerdasan buatan (AI) kepada para pendidik di sekolah-sekolah, agar mampu mencetak generasi masa depan yang siap menghadapi tantangan era digital.
Ini adalah pencapaian yang sangat membanggakan bagi Yayasan Roudlotut Tholibin dan wilayah Tulungagung serta Kediri. Program pelatihan koding dan kecerdasan buatan ini jelas menjadi langkah besar dalam memajukan pendidikan di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Menarik sekali melihat bagaimana para instruktur ini akan membawa perubahan signifikan dalam literasi digital di kalangan guru. Apakah ada rencana untuk memperluas program ini ke wilayah lain di Indonesia? Saya juga penasaran, bagaimana cara para instruktur ini akan memastikan bahwa materi pelatihan dapat diterapkan secara efektif di berbagai jenjang pendidikan? Ini adalah inisiatif yang patut diapresiasi, tetapi apakah ada tantangan khusus yang dihadapi dalam implementasinya? Bagaimana masyarakat lokal merespons program ini? Saya yakin ini akan membawa dampak positif, tetapi apakah ada rencana untuk mengukur keberhasilan program ini dalam jangka panjang?