Kediri- 30 Juni 2025. Setelah acara pembukaan resmi Diklat Pengajar Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) Fase C pada 30 Juni 2025 di SMP Negeri 1 Kota Kediri, para peserta langsung melanjutkan kegiatan belajar di kelas.

Sebanyak 45 guru sekolah dasar peserta diklat dibagi menjadi dua kelas, yaitu Kelas A dan Kelas B. Masing-masing kelas didampingi oleh dua fasilitator berpengalaman. Kelas A didampingi oleh Bapak Ari Sunaryo dan Bapak Fetri Sukisworo, sedangkan Kelas B didampingi oleh Bapak Khotibul Umam dan Ibu Mesanti.

Kelas B yang berjumlah 23 peserta dibentuk menjadi 4 kelompok kerja, masing-masing beranggotakan 5–6 orang. Pada hari pertama, fokus pembelajaran adalah pengenalan penggunaan Learning Management System (LMS) yang akan menjadi sarana utama mendukung pembelajaran digital peserta.

Materi dilanjutkan dengan Modul 1: Pengenalan Koding dan Kecerdasan Artifisial di Pendidikan Dasar dan Menengah. Materi ini menjelaskan urgensi pembelajaran koding dan KA di sekolah dasar hingga menengah sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar siap menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0.

Para guru peserta diajak memahami konsep berpikir komputasional, literasi digital, dasar-dasar algoritma pemrograman, hingga etika kecerdasan artifisial. Modul ini juga mengenalkan progresi pembelajaran koding dari fase C (SD) hingga fase E (SMA), termasuk pendekatan pembelajaran plugged dan unplugged, dengan menekankan penggunaan block programming seperti Scratch dan Blockly pada jenjang dasar.

Fasilitator juga mempraktikkan cara mengakses dan memanfaatkan situs Blockly Games sebagai media latihan berpikir logis dan algoritmik bagi peserta didik SD.

Kegiatan hari pertama ditutup dengan diskusi refleksi dan pembagian tugas proyek kelompok untuk hari berikutnya, agar para guru semakin siap membimbing siswa mereka dengan metode koding yang menyenangkan dan kontekstual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *