Kediri, 12 Juli 2025 — Setelah melalui lima hari pelatihan intensif, Diklat Pengajar Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) Fase D yang diselenggarakan oleh LPD Yayasan Roudlotut Tholibin Tulungagung di SMPN 1 Kediri resmi ditutup hari ini. Sebanyak 19 guru SMP dari Kota Kediri menyelesaikan seluruh rangkaian diklat dengan semangat tinggi dan kesiapan untuk melangkah ke tahap implementasi di sekolah masing-masing.

Lima Hari yang Mencerahkan

Selama pelatihan, peserta mendalami lima modul utama, mulai dari pengenalan dasar koding dan AI, etika dan risiko AI, komunikasi melalui tools AI, hingga pedagogi dan strategi pembelajaran inovatif berbasis teknologi. Para guru tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga melakukan praktik langsung seperti pembuatan chatbot sederhana dan peer teaching.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk konkret dari upaya mewujudkan pendidikan abad 21 yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia nyata.

Bersiap Menuju OJT Tiga Tahap Selama 3 Bulan

Meski pelatihan formal telah selesai, perjalanan sesungguhnya baru dimulai. Peserta kini siap melaksanakan OJT (On the Job Training) selama tiga bulan ke depan di sekolah masing-masing. OJT ini terbagi ke dalam tiga tahap utama, masing-masing dengan durasi 8 jam pelajaran (JP):

  1. Tahap 1 – Mengimplementasikan Modul 2: Pengenalan Koding & Computational Thinking
  2. Tahap 2 – Mengimplementasikan Modul 3: Etika dan Risiko Kecerdasan Artifisial
  3. Tahap 3 – Mengimplementasikan Modul 4: Komunikasi melalui Tools KA

Setiap tahap dirancang untuk mendorong guru mempraktikkan secara langsung pendekatan pembelajaran yang kolaboratif, kontekstual, dan berbasis teknologi mutakhir.

“Kami percaya, guru-guru ini kini memiliki bekal yang cukup untuk tidak hanya mengajarkan teknologi, tapi juga menanamkan nilai dan keterampilan berpikir tingkat tinggi kepada siswa,” ujar salah satu fasilitator.

Tetap Didampingi Fasilitator Selama OJT

Selama pelaksanaan OJT, peserta tetap mendapatkan pendampingan penuh dari dua fasilitator berpengalaman, yaitu:

  • Bapak Khotibul Umam
  • Ibu Meisanti

Keduanya merupakan fasilitator dari LPD Yayasan Roudlotut Tholibin yang sejak awal mendampingi proses pelatihan. Mereka akan memastikan proses implementasi berjalan sesuai rencana dan dapat disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing.

Menuju Sekolah Masa Depan

Penutupan diklat ini bukanlah akhir, melainkan awal dari transformasi pembelajaran di kelas. Para guru kini membawa misi untuk menyebarkan semangat inovasi, etika digital, dan keterampilan KA ke ruang-ruang kelas SMP di Kota Kediri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *