Kediri, 11 Juli 2025 — Memasuki hari kelima, Diklat Pengajar Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) Fase D semakin menunjukkan komitmennya dalam mencetak guru-guru transformasional. Kegiatan yang diselenggarakan oleh LPD Yayasan Roudlotut Tholibin Tulungagung dan dilaksanakan di SMPN 1 Kediri ini diikuti oleh 19 guru SMP dari Kota Kediri.
Hari ini, para peserta melanjutkan pendalaman Modul 5: Pedagogi Koding dan Kecerdasan Artifisial, dengan dua fokus kegiatan utama: lanjutan peer teaching dan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai persiapan pelaksanaan On the Job Training (OJT) selama tiga bulan ke depan.
Peer Teaching Lanjut, Simulasi Mengajar yang Membangun
Kegiatan peer teaching dilanjutkan dengan menghadirkan lebih banyak guru tampil sebagai “pengajar simulasi”, menyampaikan materi berbasis Koding dan AI di hadapan rekan-rekannya. Hingga hari kelima ini, sebanyak tiga peserta telah sukses melaksanakan sesi micro teaching, sementara peserta lainnya akan melanjutkan di hari berikutnya.
“Peer teaching ini membuat kami tidak hanya memahami materi, tetapi juga mengasah kemampuan menyampaikannya secara pedagogis dan kreatif,” ungkap salah satu peserta.

Rancang RTL untuk Implementasi Modul 2, 3, dan 4
Agenda krusial lainnya adalah penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Setiap peserta diwajibkan merancang perangkat pembelajaran yang akan digunakan dalam OJT (On the Job Training) selama tiga bulan di sekolah masing-masing. RTL ini mencakup implementasi Modul 2 (Pengenalan Koding), Modul 3 (Etika & Risiko AI), dan Modul 4 (Komunikasi melalui Tools AI) — masing-masing dengan alokasi waktu 8 Jam Pelajaran (JP).
Langkah ini memastikan bahwa hasil diklat tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi berlanjut dalam bentuk aksi nyata di ruang kelas.
Fasilitator Tetap Mendampingi Selama OJT
Menariknya, meskipun kegiatan tatap muka telah mendekati akhir, peserta tidak akan berjalan sendiri. Selama pelaksanaan OJT di sekolah, mereka akan tetap didampingi oleh fasilitator dari LPD Yayasan Roudlotut Tholibin, yaitu:
- Bapak Khotibul Umam
- Ibu Meisanti
Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan pembelajaran berbasis Koding dan AI berjalan lancar, kontekstual, serta tepat sasaran sesuai kebutuhan peserta didik dan satuan pendidikan masing-masing.
Menuju Pembelajaran Abad 21 yang Relevan dan Inspiratif
Melalui modul ini, guru dibekali dengan pendekatan pedagogis berbasis TPACK, HOTS, dan pembelajaran mendalam. Peserta juga belajar mengintegrasikan AI ke dalam pembelajaran melalui model Problem-Based Learning dan Project-Based Learning, menjadikan kelas sebagai ruang eksplorasi, pemecahan masalah, dan kolaborasi.
“RTL ini bukan hanya formalitas, tapi peta jalan bagi kami untuk membawa transformasi nyata ke kelas masing-masing,” ujar salah satu peserta.