Kediri, 3 Juli 2025 – Memasuki hari keempat pelaksanaan Diklat Pengajar Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) Fase C, semangat para guru SD peserta diklat tidak surut. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Kediri ini terus menghadirkan materi-materi yang relevan dan aplikatif, termasuk pada hari Kamis ini yang mengangkat tema utama: Pedagogi Koding dan Kecerdasan Artifisial.
Diklat yang digelar sejak 1 Juli ini diselenggarakan oleh LPD Roudlotut Tholibin dari Tulungagung dan diikuti oleh 19 guru dari berbagai SD se-Kota Kediri. Peserta tetap dibagi dalam 4 kelompok pembelajaran mendalam dan didampingi fasilitator berpengalaman, Bapak Khotibul Umam dan Ibu Meisanti.
Mengajar Koding dan AI dengan Pendekatan yang Tepat
Materi hari keempat fokus pada bagaimana menerapkan pendekatan pedagogis yang sesuai untuk mengenalkan konsep koding dan kecerdasan artifisial di jenjang pendidikan dasar. Melalui Modul 5, para peserta diajak memahami bahwa pengajaran koding bukan hanya soal teknis, tetapi juga bagaimana menyampaikan konsep dengan cara yang menyenangkan, kontekstual, dan sesuai tahap perkembangan anak.
Beberapa pendekatan yang dibahas antara lain:
- Pembelajaran eksploratif dan berbasis proyek (project-based learning)
- Penggunaan aktivitas unplugged untuk menjembatani sekolah yang belum memiliki perangkat teknologi lengkap
- Integrasi koding dalam mata pelajaran tematik sesuai Kurikulum Merdeka
- Strategi membangun budaya belajar teknologi yang positif di kelas
“Koding bisa diajarkan lewat cerita, permainan, bahkan kegiatan motorik. Anak SD tidak perlu langsung dihadapkan pada coding bahasa komputer, tapi diajak dulu membangun pola pikir logis dan runtut,” jelas fasilitator Meisanti dalam salah satu sesi.
Guru SD sebagai Pendorong Literasi Digital Sejak Dini
Dalam sesi diskusi, peserta juga diajak merefleksikan peran mereka sebagai garda terdepan dalam menanamkan keterampilan digital. Materi pedagogi tidak hanya menekankan cara mengajar, tetapi juga membentuk growth mindset bahwa setiap anak mampu belajar teknologi — jika disampaikan dengan cara yang tepat.
“Yang kami pelajari hari ini membuat kami sadar bahwa koding dan AI bukan hal yang rumit. Kuncinya ada pada bagaimana kita mengemasnya secara kreatif dan menyenangkan untuk anak-anak,” ujar salah satu guru peserta.
Langkah Menuju Hari Terakhir
Diklat Fase C akan berakhir pada tanggal 4 Juli 2025. Namun antusiasme peserta tidak menurun sedikit pun. Banyak guru yang sudah mulai merancang ide pembelajaran koding sederhana untuk diterapkan di kelas masing-masing. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi pintu awal lahirnya transformasi pembelajaran digital di jenjang SD secara lebih merata.