Minggu, 27 Juli 2025 – Hari kedua kegiatan Desiminasi Training of Trainers (TOT) Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) jenjang PAUD masih dipenuhi semangat luar biasa dari para peserta. Meski pelatihan digelar secara daring, antusiasme calon fasilitator dari berbagai provinsi tetap tinggi sejak sesi pagi hingga sore.
Fokus utama pelatihan hari ini adalah praktik langsung pembelajaran koding metode plugged, yaitu pembelajaran menggunakan perangkat digital. Para peserta diajak untuk mengeksplorasi dua aplikasi edukatif utama: GCompris dan ScratchJr—dua platform interaktif yang dirancang khusus untuk mengenalkan konsep berpikir komputasional kepada anak usia dini secara menyenangkan.
“Anak PAUD tidak harus ‘mengetik kode’, namun belajar logika berpikir dan menyusun langkah-langkah sistematis lewat permainan. Dan GCompris serta ScratchJr adalah alat bantu yang sangat efektif untuk itu,” ungkap salah satu pemateri dalam sesi praktik.
Dalam sesi GCompris, peserta mencoba permainan-permainan seperti Frieze (untuk pengenalan pola), Hexagon (untuk abstraksi), hingga Redraw the Given Image (untuk dekomposisi). Setiap game didesain untuk menstimulasi logika anak secara intuitif dan ramah usia.
Berlanjut pada sesi ScratchJr, peserta diberi tantangan membuat projek animasi sederhana menggunakan blok-blok kode visual. Meskipun sebagian peserta baru pertama kali mencoba, suasana tetap interaktif dengan sesi tanya-jawab aktif dan bimbingan teknis yang sabar dari narasumber.
Tak hanya praktik, peserta juga mendapat penguatan tentang etika digital dan penggunaan KA yang aman di satuan PAUD, termasuk prinsip screen time sehat, menjaga privasi anak, hingga pentingnya pendampingan orang tua saat anak berinteraksi dengan teknologi.
Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan post-test, menandai berakhirnya pelatihan dua hari ini. Namun semangat peserta untuk terus belajar dan menjadi pionir integrasi teknologi di pendidikan anak usia dini justru semakin tumbuh.
Dengan bekal keterampilan dari kegiatan ini, para calon fasilitator siap menjadi motor penggerak pembelajaran PAUD yang inovatif, relevan dengan zaman, dan tetap berpusat pada kebutuhan anak.