Kediri, 10 Juli 2025 — Kegiatan Diklat Pengajar Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) Fase D yang diselenggarakan oleh LPD Yayasan Roudlotut Tolibin Tulungagung di SMPN 1 Kediri memasuki hari keempat dengan agenda yang semakin menantang dan aplikatif. Sebanyak 19 guru SMP se-Kota Kediri mengikuti sesi hari ini dengan penuh semangat.
Fokus pembelajaran kali ini adalah membedah Modul 5 tentang Pedagogi Koding dan Kecerdasan Artifisial, yang mencakup prinsip-prinsip pengajaran, desain pembelajaran berbasis pendekatan mendalam, integrasi kerangka kerja TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge), serta penerapan pembelajaran HOTS (High Order Thinking Skills).

Dari Teori ke Aksi: Guru Menyusun Perangkat dan Mulai Peer Teaching
Kegiatan dimulai dengan diskusi kelompok mendalam terkait isi Modul 5. Para peserta mengidentifikasi prinsip pedagogik dalam pembelajaran KA, lalu menyusun perangkat pembelajaran inovatif yang berbasis HOTS dan pendekatan pembelajaran mendalam. Dalam proses ini, peserta menggunakan acuan pada elemen CP, TP, dan ATP sesuai dengan Kurikulum Nasional 2025.
Menariknya, hari ini juga menandai dimulainya sesi peer teaching, di mana guru-guru saling mempraktikkan rancangan pembelajaran yang telah disusun. Sebanyak 3 peserta telah tampil dan menerima umpan balik dari fasilitator serta rekan sejawat, sedangkan peserta lainnya dijadwalkan untuk melanjutkan praktik micro teaching keesokan harinya.
“Melalui peer teaching ini, saya jadi lebih yakin dan terstruktur dalam menyampaikan materi Koding dan Kecerdasan Artifisialke siswa. Umpan balik dari rekan-rekan sangat membantu,” ujar salah satu peserta usai tampil.

Pembelajaran yang Menginspirasi
Modul ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi teknis guru, tetapi juga menyentuh aspek etika, komunikasi efektif, kreativitas, serta penciptaan lingkungan belajar yang positif dan menyenangkan. Strategi yang dibahas termasuk model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning, dan Inquiry-Based Learning yang sangat cocok diterapkan dalam pembelajaran Kecerdasan Artifisialdan Koding di jenjang SMP.
Menuju Guru Digital yang Berdaya
Melalui pelatihan ini, guru tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga diberdayakan untuk mentransformasi pembelajaran yang humanis dan relevan dengan tantangan abad ke-21. Dengan adanya micro teaching, peserta benar-benar dilatih tidak hanya dari sisi konten, tetapi juga keterampilan presentasi, komunikasi, dan pedagogi digital.
Diklat Fase D ini adalah bagian dari upaya besar Kementerian Pendidikan untuk menghadirkan guru yang adaptif, inovatif, dan siap membentuk generasi pembelajar kritis di era kecerdasan artifisial